Selasa, 21 Oktober 2014

Di RSU Kariadi Semarang , Pasien Masuk Ruang Perawatan Butuh Waktu 2-3 Hari

Ruang Dokter IGD

Semarang – Entah karena pasien yang cukup banyak atau kurangnya ruang perawatan di RSUP Kariadi Semarang. Menyebabkan pasien yang masuk di IGD menumpuk memenuhi ruangan karena menunggu penempatan di ruang perawatan. Semua kelas penuh sehingga pasien yang datang harus menunggu 2-3 hari untuk mendapatkan ruang perawatan khusus sesuai dengan penyakitnya masing-masing.

“ Ya kami disini hanya pelayanan darurat saja pak, untuk lebih efektifnya pasien harus mendapatkan ruangan perawatan khusus. Namun semua ruangan penuh bapak harus bersabar ada yang di IGD ini 3-4 hari lho pak “, ujar salah satu dokter di ruangan IGD RSUP Kariadi pada kabarseputarmuria Selasa (14/10).

Pagi hingga siang itu memang suasana ruangan IGD seperti pasar dengan bed-bed yang berdempetan. Tempat yang biasanya dipergunakan untuk satu bed pasien dipaksakan untuk 2 bed. Sehingga suasana dalam ruangan IGD penuh sesak dengan pasien dan keluarga penunggu. Tiap jam pasien kembali datang dari berbagai Rumah Sakit di Jawa Tengah. Sakit yang di derita pasien juga beragam dan rata-rata sudah akut.

“ Gimana lagi mau di tolak juga tidak bisa pak . Pasien yang datang harus kita layani semampu kita . Meskipun kondisinya seperti ini ya harus kita tangani “, ujar Lukman Amin salah satu perawat jaga di bagian IGD.

Hal sama juga dikatakan penunggu pasien dari Demak  yang ditemui di depan ruang IGD. Ia dan beberapa orang keluarganya harus tidur di emperan depan ruangan IGD karena pasien belum mendapatkan ruangan perawatan. Menurut petugas IGD semua ruangan perawatan masih penuh sehingga pasien harus menunggu di IGD. Beberapa barang seperti tas, tikar , bantal dan minuman teronggok di emperan .

“ Habis gimana lagi mas yang penting Mbah saya sudah ada di IGD. Mestinya sih dapat ruangan kelas 1 sesuai dengan kartu Askes. Boro-boro dapat kelas 1 dapat ruangan kelas 3 udah untung “, kata Hilal yang asal Demak.

Paisien setelah masuk ruang Rajawali


Hilal mengatakan bulan Agustus lalu ia menunggu mbahnya yang sakit. Masih mending bulan lalu hanya menunggu 12 jam di ruangan yang pengap itu. Pagi sekitar jam 8 mbahnya dapat kamar dan diantar perawat ke ruangan kelas 3 padahal mbahnya pemegang kartu askes kelas 1. Meskipun demikian hal itu bukan kendala yang penting mbahnya dapat perawatan segera dari dokter.

“ Kalau untuk penyakit yang tidak gawat sih nunggu lama tidak apa-apa. Kalau penyakitnya berat kan kasihan . Barusan tadi ada pasien rujukan dari Jepara meninggal di ruangan IGD . Keluarganya shok hingga pingsan melihat itu “, cerita Hilal.

Kejadian luar biasa membludaknya pasien di RSUP Kariadi itu terjadi setiap hari . Sehingga ruangan untuk menampung pasien sudah tidak muat lagi. Beberapa pasien dari luar kota harus mondok dulu di sekitar Rumah Sakit agar mendapat kamar perawatan. Bahkan ada yang pulang kampung danm kembali lagi setelah mendapat telpon dari fihak Rumah Sakit. (Mn)


Gempar Suparno , Driver Ambulance Gerindra Siap Setiap Waktu

Gempar dan Mobil Ambulance Gerindra

Semarang – Gerindra adalah salah satu Partai Politik yang peduli pada kesejahteraan rakyat. Salah satu wujud kepedulian itu adalah tersedianya mobil ambulance gratis di setiap kabupaten kota Di Jawa Tengah. Setidaknya ada 36 mobil ambulance yang melayani masyarakat Jawa Tengah termasuk juga di Kotamadya Semarang. Mobil ambulance ini melayani warga dalam hal pengantaran orang sakit dan juga meninggal dunia.

“ Saya sudah dua tahun lebih jadi driver ambulance partai Gerindra . Warga masyarakat yang membutuhkan tinggal hubungi nomor telpon yang tertera di mobil. Kita tidak pandang bulu siapa yang membutuhkan kita datangi jika belum terpakai “, kata Gempar Suparno driver ambulance Gerindra kota Semarang yang ditemui kabarseputarmuria di depan ruang IGD RSUP Kariadi Semarang.

Gempar mengatakan,ambulance bagi warga sangat penting. Salah satunya untuk mengantarkan warga yang sedang sakit dan butuh rawat inap di rumah sakit. Dengan adanya ambulance dari partai Gerindra ini warga bisa mempergunakan sewaktu-waktu baik pagi, siang atau malam hari. Selain itu bisa pula digunakan untuk membawa pulang jenazah dari rumah sakit menuju rumah duka.

“ Selain itu mobil ambulance ini juga bisa digunakan untuk membawa jenazah dari rumah duka ke pemakaman. Ya karena sifatnya social ya tidak ada imbalan apa-apa dari warga”, kata Gempar.

Ambulance Jepara dan Semarang di RSUP Dr, Kariadi Semarang

Menurut gempar menjadi driver mobil ambulance ini banyak senangnya daripada susahnya. Di setiap tempat ia punya banyak teman dan kenalan karena setiap waktu bergerak terus ke tempat yang membutuhkan. Selain itu ia juga bisa menyumbangkan tenaganya untuk sesame. Sedangkan susahnya juga ada meskipun tidak banyak.

“ Ceritanya begini ada orang yang membutuhkan ambulance untuk pemakaman . Setiap waktu selalu mengabarkan pengunduran waktu pemakaman. Ketika jamnya sudah sampai ambulance udah bergerak ke rumah duka. Namun sayangnya sudah diambilkan ambulance lain tanpa pemberitahuan”, kenang Gempar.

Namun Gempar mengaku tak marah dengan kondisi itu. Warga yang membutuhkan ambulance mungkin sedang kebingungan . Sehingga ia tidak menyadari bila telah memesan mobil ambulance. Akibatnya iapun kemudian memesan lagi ambulance untuk membawa jenazah ke pemakaman. Agar tak kecolongan kini ia selalu cek dan di recek sebelum memberangkatkan mobil ambulance. Bagi warga Semarang yang butuh jasa ambulance gerindra bisa hubungi no Hp :085641811018 atau Telp  024-7616107 (Muin).


Slamet SB , Sukses Buka Usaha Potong Rambut

Slamet SB di depan Toko kecilnya

Demak - Potong rambut atau tukang cukur saat ini merupakan salah satu pekerjaan yang harus dilirik bagi yang mengaku dirinya pengangguran , betapa tidak meski hanya memotong rambut saja namun upah yang didapatkan cukup lumayan.

Hal inilah yang mendorong Slamet Setia Budi warga desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak ogah alih profesi karena setiap harinya mampu menangguk rupiah dari kepala-kepala yang di cukurnya. Setiap hari paling minim dia mendapatkan order menggunduli, memendekkan , merapikan rambut kepala 6 - 5 , belum yang cukur jambang dan jenggot.

Tarip yang ia patok setiap kepalanya Rp 5.000,- dari anak kecil, dewasa, orang tua , pria atau wanita semua ongkos yang dikeluarkan sama rata. Jika hari-hari biasa pendapatan yang ia dapatkan 15 ribu – 21 ribu namun jika ramai seperti menjelang puasa atau hari raya pendapatannya bisa melonjang 30 ribu – 45 ribu rupiah , karena kebanyakan orang ingin tampil rapi di hari Raya Idul Fitri.

Di bilik sederhana dibelakang rumahnya ia menanti pelanggannya yang datang dari desa sendiri dan desa-desa sekitarnya. Selain sebagai tempat kerjanya sehari-hari yang berisi kaca besar , kipas angin kecil , meja kecil berisi peralatan cukur dari gunting manual dan electric dan kursi untuk pelanggan, dibagian belakang ia taruh bale-bale kecil untuk beristirahat.

 Maklum sampai saat ini ia masih njomblo alias belum punya gandengan sehingga kesehariannya ia habiskan dalam bilik cukur yang ia buat dari bambu dan papan bekas, agar kelihatan asri di depan biliknya itu ia taruh pot-pot yang berisi tanaman hijau dan kembang-kembang. Di samping pintu biliknya ia pasang waktu prakteknya yaitu jika pagi jam 08.00 – 15.00 dan malam jam 18.00 – 21.00 seperti layaknya waktu praktek dokter saja .

” Biar keren mas selain itu juga sebagai patokan untuk pelanggan yang datang kemari karena sering mereka datang pas saya tidak ada jadi ya mereka jadi kecewa berat , selain itu juga kami pasang bel ini yang berhubungan dengan rumah meski bilik ini terbuka kadang kami mengerjakan pekerjaan di rumah membantu orang tua . Jadi mereka tinggal ngebel aja saya langsung datang ”, ujar Slamet Setia Budi yang mengaku menjadi tukang cukur lima tahun lebih.

Slamet Setia Budi mengaku profesi menjadi tukang potong rambut ini bukan cita-citanya sejak dulu , karena setamat Madrasah Aliyah ia ingin merantau ke Jakarta seperti teman-temannya , namun sebelum kesampaian keinginannya musibah datang ia kecelakaan sehingga kakinya patah dan harus dirawat beberapa bulan di rumah sakit.

Usai sembuh dari kecelakaan iapun mencoba mempraktekkan kebisaannya memotong rambut dari tetangga satu ke tetangga lainnya , karena merasa nyaman bekerja sebagai tukang cukur akhirnya ia bangun bilik kecil untuk melayani pelanggannya sehingga pelanggannya yang datang kepadanya.

 Adapun ketrampilan potong rambut ia dapatkan dari melihat orang lain dengan seksama yang kemudian ia praktekkan sendiri , dari kreatifitasnya itu ia kini menguasai beberapa model potong rambut yang disukai anak-anak, remaja, sampai orang tua . Jika ada model baru potongan di televisi atau majalah iapun dengan cepat menyesuaikan model-model itu.

” Sekarang remaja-remaja yang cukur disini minta model-model potongan yang dilihat ditelevisi atau majalah, ya saya menyesuaikan dengan keinginan mereka, satu hasilnya bagus , yang lain ikut-ikutan jadi ya lumayan langganan saya bertambah terus”, cerita Slamet .

Dari buka usaha potong rambut  lebih lima  tahun ini Slamet memperoleh banyak hal. Selain pengalaman berwirausaha juga bisa membangun toko kecil di belakang rumahnya. Membantu belanja orang tuanya dan juga membuka usaha jual beli berbagai jenis topi dan kopiah .(Muin)


Senin, 20 Oktober 2014

Unik Siswa Mirip Jokowi Diarak di SMAN 3 Demak

Metrotvnews.com, Demak: 20 Oktober 2014 bak penanda babak baru perjalanan Indonesia. Sebulan setelah KPU menetapkan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai pemenang Pilpres 2014, sukacita warga menyambut pasangan terpilih tak jua luntur.

Warga berduyun-duyun ke Ibu Kota demi menyaksikan langsung Presiden dan Wakil Presiden baru melambaikan tangan usai mengucap janji setia pada negara. Di sudut-sudut negeri, masyarakat juga berkumpul menunaikan doa bersama demi asa di masa depan. Sorot mata tak lepas dari televisi demi menyaksikan prosesi serah terima jabatan Presiden dan Wakil Presiden, pucuk pimpinan negeri ini.

Euforia dirayakan dengan aneka keunikan. Di Demak, seorang pelajar yang mirip jokowi diarak keliling halaman sekolah oleh pelajar lainnya. Tidak hanya diarak, siswa itu juga melakukan orasi serupa Presiden Ketujuh RI. Jokowi bagai idola baru bagi bocah-bocah harapan bangsa.

Adalah Taufiqurrohman yang berlagak mirip Jokowi. Siswa SMAN 3 Demak itu menjadi pemeran utama pesta kecil menyambut pemimpin baru Indonesia di sekolahnya.



Dia meniru segala gaya khas Jokowi. Taufiq berjalan sambil melambaikan tangan salam tiga jari kepada ratusan teman-temannya. Siswa lain lantas mengerumun. Berharap bisa menjabat tangan 'Presiden'.

Jabat tangan cuma secuil kegembiraan 'rakyat'. Tak tanggung-tanggung siswa SMAN 3 menggotong Jokowi jadi-jadian itu menuju mimbar yang sudah tersedia. Taufiq diminta berorasi sebagaimana dilakukan Jokowi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, hari ini (20/10/2014).

Namun, orasi Jokowi SMAN 3 Demak itu bukan perkara kedaulatan pangan atau poros maritim. Dalam pidatonya, dia menyoroti dunia pendidikan. Taufiq berharap Jokowi menghilangkan ujian nasional dan merenovasi seluruh sekolah di Tanah Air agar sesuai standar internasional.

Seusai berpidato, Jokowi palsu itu menyanyikan sebuah lagu bersama siswa dan para guru. Lagunya bukan Indonesia Raya, tapi lagu bertema ulang tahun.

Kebetulan, di hari pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, SMAN 3 Demak berulang tahun yang ke-15 tahun. Rampung bernyanyi, Jokowi kembali diarak.

Kepala SMAN 3 Demak, Sunarno Utomo, mengatakan, doa bersama menyambut presiden baru digelar untuk keselamatan bangsa. "Sebagai wahana pendidikan demokrasi untuk mengungkapkan perasaan dan keinginanya para siswa terhadap pemimpin baru," kata Sunarno. 
(JCO )

Senin, 13 Oktober 2014

Pantai Bulak Baru Kedung Diberi Sabuk Beton


Jepara- Salah satu pantai di Jepara yang terdampak oleh abrasi setidaknya 10 -20  meter areal tambak tergerus oleh ombak. Garis pantai yang dulunya di tengah laut kini makin mendekat ke jalan pantura Semat – Kedungmalang. Jika tidak ditangani dengan serius jalan raya itu nantinya juga menjadi laut .
“ Dulu desa Bulak Baru terletak di tengah laut sana. Namun karena abrasi yang tidak bisa di cegah desa kami hilang dan direlokasi di sebelah sana “. kata Sutiyono mantan petinggi desa Bulak Baru pada kabarseputarmuria.
Sutiyono mengatakan melihat kondisi itu , ketika dia masih menjabat petinggi fihaknya mengajukan proposal pada pemerintah agar pantai desa Bulak Baru dibuatkan bangunan untuk menahan abrasi. Pengajuan itu tahun 2014 terealisasi dengan pembuatan sabuk pantai berupa bis beton yang di tata lurus dan melintang . Diharapkan dengan bangunan itu laju dari abrasi dapat dihambat .
“ Saya yang dulu menandatangani proposal itu ketika itu saya masih petinggi . Dan realisasinya pada tahun 2014 ini. Mudah-mudahan dengan adanya bangunan sabuk pantai itu abrasi pantai Bulak Baru dapat teratasi “, kata Sutiyono.


Sementara itu hasil pantauan kabarseputarmuria di lapangan , kondisi proyek pengerjaan sabuk pantai itu sudah tujuh puluh persen jadi. Bangunan berupa pasangan batu belah di bungkus besi memanjang dari utara ke selatan sepanjang dua ratus meteran . Belakang tumpukan batu belah itu dipasang bis-bis beton yang digabung seperti pagar. Selain itu juga ada pasangan bis beton memanjang yang menjorok ke pantai.
“ Pengerjaan ini jika dilihat sudah hampir selesai , tinggal membenahi beberapa bagian saja. Ini sih kelihatannya sudah kuat namun ketika dihembas ombak musim penghujan nanti bagaimana kita tidak tahu. Kita hanya membuat menurut bestek saja”, kata penjaga proyek .
Sayangnya ketika ditanya berapa nilai proyek bangunan itu. Penjaga yang tidak mau disebutkan namanya itu mengatakan kurang tahu. Sedangkan di bagian proyek yang digarap itu tidak ada papan proyek yang dijadikan acuan. Sehingga masyarakat tidak mengetahui berapa nilai proyek yang dibiayai oleh uang rakyat itu. (Muin)

Yuk Kita Berwirausaha !! Usaha Jasa Foto Copy Harus Sabar dan Tlaten


Demak – Salah satu usaha yang masih menjanjikan adalah jasa foto copy . Ditempat manapun usaha foto copy di cari setiap orang. Di kota jasa ini cukup menguntungkan apalagi jika tempat usahanya di kawasan perkantoran atau sekolah. Di desapun usaha ini juga masih bagus untuk dikembangkan . Apalagi jika usaha ini di desa yang banyak warganya dan ada sekolah.

Namun demikian untuk membuka usaha ini modal awalnya tidak sedikit. 1 mesin foto copy merk Canon tipe IR 6570 saat ini harganya lebih dari 20 juta rupiah. Usaha foto copy biasanya dipadukan den gan usaha penjualan alat-alat tulis atau stationary. Sehingga kita juga membutuhkan modal untuk pembelian dagangan alat-alat tulis.  Oleh karena itu untuk membuka usaha jasa foto copy ini modal yang dibutuhkan setidak Rp 30 jutaan.

“ Dulu buka usaha foto copy modalnya tidak banyak Rp 10 juta bisa jalan. Mesin foto copy saya yang pertama Canon 6650 bekas  harganya sekitar 7 jutaan. Tapi mesin itu tak up date lagi sekarang. Saya baru saya beli Foto Copy IR 6075 harganya sekarang sudah Rp 24 juta “, kata pak Muin warga desa  Kedungmutih kecamatan Wedung pada kabarseputarmuria.



Pak  Muin mengatakan usaha foto copy yang dirintisnya itu mulai  dari nol. Modal untuk membeli mesin foto copy hasil dari tabungannya membuka took kelontong di pasar Kedungmutih. Sebelumnya ia juga membuka jasa foto keliling untuk sekolah dan juga studio di rumahnya. Dengan tambahan foto copy itu usaha di rumahnya bertambah ramai jadi orang datang bisa foto , foto copy dan juga membeli alat-alat tulis.

“ Dulu yang membuka usaha foto copy di desa masih jarang. Selain desa kedungmutih konsumen saya juga dari Kedungmalang, Babalan dan kedungkarang. Jadi keuntungannya cukup lumayan meski kadang harus beli onderdil dan bayar teknisi namun hasilnya masih banyak”,kenang pak Muin.

Seiring dengan perkembangan satu dua orang mulai membuka usaha yang sama. Namun demikian hal itu bukan menjadi kendala untuk menghentikan usahanya. Jaman masih ramai  dulu dia pernah mengoperasikan dua mesin foto copy. Tetapi seiring berjalannya waktu kedua mesin itu turun kekuatannya.

Belum lama ini kedua mesin itupun ia over hollkan dan digantikan dengan mesin baru IR 6570. Ia berharap dengan mesin baru usaha foto copynya lebih bergairah. Konsumenpun mendapat pelayanan dengan hasil yang bagus. Ia masih optimis jika usaha foto copy ini masih menjanjikan dan meraup keuntungan.

“ Semua usaha harus ditangani dengan sabar dan telaten. Ketika sedang istirahat ada konsumen ya harus dilayani. Jika kondisi mesin kurang prima ya harus segera diperbaiki “, tutur pak Muin.

Menurut pak Muin usaha jasa foto copy ini harus dipadukan dengan usaha lainnya. Selain jasa foto copy pak Muin juga melayani foto dan juga menjual buku-buku pelajaran, kitab dan juga alat tulis. Dengan usaha gabungan itu keuntungannya jadi banyak . Oleh karena itu bagi yang mau membuka usaha ini harus mempunyai usaha penunjang lainnya.

“ Jika hanya foto copy hasilnya tidak seberapa di awalnya. Namun jika dipadukan dengan yang lain lama-lama usaha foto copy ini semakin ramai dengan kedangan konsumen yang semakin banyak “, imbuhnya.****


PERALATAN UPACARA BENDERA

Kisah Moh. Nasikh 10 tahun Kerja di Saudi , Ingin Buka Usaha Di Negeri Sendiri

Muh. Nasikh dalam kesahariannya di saudi 

AlQotif – Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) di luar negeri saat ini masih merupakan salah satu pemasukan devisa negara kita. Dengan sulitnya memncari pekerjaan di negeri sendiri mendorong orang untuk “merantau” ke negeri orang. Salah satu negara yang menjadi sasaran pencari kerja adalah Arab Saudi. Di era bebasnya TKW dikirim ke sana Saudi merupakan surge bagi pencari devisa baik dollar ataupun real.
“ Kalau dihitung saya bekerja di Saudi ini tepatnya di Al-qotif sudah lebih 10 tahun. Dalam masa itu saya sudah pulang berkali-kali minimal 1 tahun pulang sekali”, aku Muhammad Nasikh salah satu TKI yang berasal dari desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak.
Lewat FBnya pada kabarseputarmuria Nasikh mengisahkan, awalnya berangkat di Saudi Arabia adalah tawaran dari tetangga yang merupakan PJTKI . Di Arab ada lowongan untuk kerja kantoran syaratnya adalah bisa berbahasa Arab. Dia yang pada waktu itu mempunyai pendidikan berlatarbelakang bahasa arab akhirnya mencoba seleksi di Jakarta. Meskipun ada kendala sedikit namun iapun bisa berangkat ke Saudi.
“ Kerja saya dari dulu hingga sekarang ya sama paling njaga kantor agensi tenaga kerja. Kalau di Indonesia ya semacam PJTKI. Kerjanya tidak berat paling mendata ,mengurusi kontrak dan administrasi yang lainnya. Setiap hari duduk di kursi dan pegang laptop”, kata Nasikh.
Dengan kerja yang tidak terlalu berat itulah meski lama namun ia kerasan di Saudi Arabia. Pertimbangannya untuk mencari kerja di Indonesia sulit apalagi ia hanya berbekal ijasah bahasa Arab. Untuk menjadi guru juga lowongan sedikit. Oleh karena itu meski harus pulang pergi ke Saudi hal itu tidak menjadi halangan terus bekerja di negeri yang banyak ontanya.
Nasikh mengaku setelah lebih 5 tahun bekerja di Saudi ia kembali ke Indonenesia untuk menikah. Gadis dari Solo ia sunting yang merupakan tempat kuliahnya dulu. Sehabis nikah iapun kembali ke Saudi kembali menjalankan kerja rutinitas sehari-hari . Jika kangen dengan istri iapun cuti pulang ke Indonesia untuk menjenguk istri dan keluarga di Demak maupun di Solo.
“ Rutinitas itu jalankan hingga hampir 10 tahun ini. Alhamdulillah lancar-lancar saja. Semua itu kami jalani dengan penuh pengertian. Ini semua untuk masa depan keluarga “,tambah Nasikh.
Dari perantauannya di Saudi Arabia selama ini sudah banyak yang ia berikan untuk keluarga. Dari gaji yang ia kumpulkan selama ini,selain membuat rumah di Demak iapun menginvestasikan berupa tanah dan juga bentuk lainnya. Ia berharap hasil jerih payahnya di Saudi Arabia itu dapat membahagiakan keluarganya.
“ Ya inginnya sih tidak di Saudi terus pak , nanti jika di Indonesia sudah ada pekerjaan yang cocok saya akan berhenti kerja disini. Mudah-mudahan ada kerja yang sesuai. Daripada di Indonesia nganggur ya kita manfaatkan kerja di sini “, imbuhnya. 
Itulah salah satu potret TKI di indonesia yang bekerja keras demi memenuhi kebutuhan keluarga. Masih banyak TKI kita yang di sana yang mempunyai kisah atau cerita yang berbeda.Kita harus acung jempol untuk kegigihan mereka . (Muin)


Minggu, 12 Oktober 2014

TPI Bungo Pasar Kerang Murah Di Demak

Suasana Pasar Kerang di Bungo

Demak – Nelayan Desa Bungo Kecamatan Wedung kabupaten Demak sejak dulu dikenal sebagai desa nelayan. Sebagian besar warganya hidup dari mencari ikan dan hasil laut lainnya. Nelayan desa Bungo ini terkenal karena kreatifitasnya dalam memburu hasil laut. Selain ikan dan udang semua hasil laut bisa didapatkan oleh nelayan. Ada kerang, Seriping, thothok dan masih banyak yang lainnya.
Di desa ini tepatnya sebelah barat jembatan besar desa Bungo ada TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang setiap harinya ramai dikunjungi para pembeli. Nelayan Bungo biasanya berangkat ke laut pagi hari , sedangkan pulang biasanya mulai jam 1 siang sampai sore hari. Keramaian TPI ini jika nelayan mulai datang dari laut membawa hasil tangkapan.
“ Ramainya ya sekitar jam 1 siang , nelayan mulai kembali dari laut. Kalau sudah sore seperti ini ya ikan, udang, kerang dan hasil laut sudah dibeli para pengepul “, ujar Ngaderi salah satu nelayan asal desa Bungo pada kabarseputarmuria.
Ngaderi mengatakan nelayan dari desanya memang terkenal sebagai penghasil kerang dan hasil laut lainnya. Kerang, Sriping dan Tiram dari desa Bungo ini dibawa para pengepul ke daerah seputaran Demak dan sekitarnya. Biasanya para pengepul yang datang adalah para pengusaha warung makan atau dijual mentah ke pasar-pasar tradisional.
Salah satu pengepul kerang adalah Ibu Jumiati . Rumahnya tepat dibelakang TPI desa Bungo. Jika para nelayan tiba iapun sibuk melayani nelayan yang menjual hasil tangkapan. Berbagai jenis kerang di tempatkan dalam wadah sesui dengan jenisnya. Setidaknya ada sepuluh ember besar untuk menampung kerang dan hasil laut lainnya.
Menurut ibu Jumiati harga kerang dan juga hasil laut lainnya bervariasi tergantung dari jenis dan ukuran. Untuk Kerang coklat misalnya harga berkisar Rp 6 ribu – Rp 15 ribu tergantung besar kecillnya. Selain itu harga juga fluktuatif naik dan turun tergantung dari hasil atau pasokan barang dari nelayan. Ketika barang sulit di cari harga bisa lipat duakali dari sebelumnya.
Untuk ketersediaan barang jika laut tidak berombak dan nelayan berangkat ke laut. Stok kerang atau hasil laut selalu ada di TPI desa Bungo. Jika nelayan sudah pulang biasanya para pembeli langsung membeli dari para pengepul yang menggelar dagangannya di depan TPI Wedung. Adapun harganya masih relative murah dibandingkan membeli di pasar tradisional di kota.
“ Untuk harga kerang disini bisa dikatakan paling murah. Bakul-bakul dari pasar lain banyak mengambil barang disini. Selain kondisinya masih baru juga harga juga standart “, kata Ibu Jumiati menutup sua. (Muin)

"BLOGNYA MASYARAKAT PESISIR DEMAK DAN JEPARA "
Bagi pembaca yang ingin berbagi informasi dapat mengirim tulisan apa saja artikel, Berita, Foto dan apa saja yang bermanfaat ke Email : pakardans[at]gmail.com, Dan jika anda mempunyai informasi yang perlu diliput dapat menghubungi Redaksi Phone:
085641629350.-
Bagi anda yang mempunyai usaha apa saja yang ingin dipublikasan via media internet dan menghubungi Redaksi
Bila anda peduli dengan kemajuan blog ini dapat berbagi dengan kami
Donasi bisa dikirimkan via pengelola blog :
Nama : FATKUL MUIN
Bank : BRI UNIT PECANGAAN KULON JEPARA
NO REK : 5895-01-000092-53-8
" Marilah Kita Bersama Berdayakan Masyarakat Pesisir"