Kamis, 30 Oktober 2014

Sukadi Mengais Rejeki di Pemakaman


Demak – Bagi sebagian orang pemakaman adalah tempat yang menyeramkan. Sehingga orang jarang pergi ke tempat ini jika tidak ada suatu keperluan. Namun bagi Sukadi warga desa Kedungmutih kecamatan Wedung . Pemakaman merupakan lahan untuk mencari rejeki. Sudah lebih sepuluh tahun ini ia menjual jasa urug makam.

Pemakaman atau kubur keluarga jika tidak dirawat dengan baik. Dengan berjalannya waktu akan rusak atau hilang sebagian tanahnya. Hal itu diakibatkan hujan atau panas. Oleh karena itu jika kondisinya rusak maka perlu perbaikan dengan penambahan tanah. Selain itu juga penggantian batu nisan.

“ Menjelang hari raya iedul adha atau puasa tradisi orang sini adalah waktunya merawat kubur. Saya menyediakan pengeras kubur berupa (lasak). Saya beli dari daerah Kendalasem. Bagi yang membutuhkan biasanya datang ketempat saya “, ujar Sukadi (50)  pada kabarseputarmuria.com.

Sukadi mengatakan pekerjaannya sehari-hari memang tidak tentu atau serabutan. Dia hanya mengandalkan tenaga saja karena dia tidak punya keahlian ataupun ijasah. Sejak masih kecil ia jadi buruh di tambak dal lahan pegaraman. Jika tidak ada order ya kelaut mencari ikan atau jupro di tambak.



Seiring dengan usianya yang terus berlanjut kini ia menekuni pekerjaan sebagai tenaga urug kuburan atau yang lainnya. Jika tidak ada order di pemakaman iapun mencari orderan mengurug rumah warga. Biasanya warga yang membangun rumah baru butuh tenaga urug rumah. Selain itu dia juga mengangkut pasir atau bahan bangunan yang lainnya.

“ Alhamdulillah sehari ya kadang Rp 75 ribu , kadang bisa dapat Rp 100 ribu tergantung orderan. Kalau untuk urug makam biasanya borongan. Tergantung urugannya 1 rit atau 2 rit “, papar Sukadi.

Dalam menjalani kerja sebagai tukang urug makam ini Sukadi mengaku kerja sendiri tanpa ada teman. Jika orderan sedikit ia mengangkut dengan sepeda , namun jika orderan banyak ia menggunakan kereta dorong. Meski cukup menyeramkan namun pekerjaan ini ia jalani dengan senang hati. (Muin)

KSU “ Margi Rahayu” Kedungmutih,Berdayakan Ekonomi Pesisir


Demak- Salah satu lembaga keuangan mikro berbadan hokum Koperasi di pesisir Demak adalah KSU “Margi Rahayu” desa Kedungmutih kecamatan Wedung. Dari sejak berdirinya tahun 1999 koperasi yang beranggotakan petambak, pedagang, nelayan, petani dan pegawai ini tetap eksis sampai sekarang. Setiap hari melayani ratusan anggota yang tersebar di beberapa desa kabupaten Demak dan  Jepara.
“ Awal pendirian kami memang melayani anggota kabupaten Demak saja. Namun karena perkembangan warga di luar kabupaten Demak seperti Jepara dan Kudus masuk menjadi anggota kami. Akhirnya kami PAD untuk wilayah kerja Jawa Tengah “, ujar Hamzawi Anwar Manager Simpan Pinjam KSU “Margi Rahayu” pada kabarseputarmuria.
Hamzawi mengatakan, awal pendirian koperasi ini ditujukan untuk kemajuan dan peningkatan ekonomi anggota. Sebelumnya sudah ada KUD (Koperasi Unit Desa ) garam di jaman orde baru. Namun koperasi itu tidak jalan meski mendapat modal banyak dari pemerintah. Oleh karena itu dibuatlah koperasi baru.
“ Awalnya memang banyak warga yang membuly pendirian koperasi ini , namun karena kami berkomitmen sungguh-sungguh koperasi ini terus berkembang hingga sekarang. Kalau dihitung sudah lebih sepuluh tahun kami mengelola koperasi ini “, tambah Hamzawi yang awalnya pendirian sebagai Ketua pengurus.
Modal awal koperasi berupa simpanan pokok dan Wajib dulunya tidak lebih dari 5 juta rupiah. Namun dari waktu ke waktu koperasi terus berkembang dengan penambahan anggota baru. Selain simpanan pokok dan wajib juga ada simpanan sekarela dan simpanan berjangka. Asset terus berkembang sehingga bisa melayani anggota lebih banyak lagi.
Selain menerima simpanan dari anggota KSU “Margi Rahayu” juga memberikan pembiayaan kepada anggota yang mempunyai usaha produktif. Berbagai macam usaha anggota dibiayai oleh koperasi. Diantaranya usaha pegaraman, pertambakan, perdagangan dan juga nelayan. Anggota yang dibiayai harus memasukkan agunan berupa BPKB, Sertifikat, dan juga emas.
“ Nah untuk jaminan emas ini setiap harinya transaksi cukup lancar. Penghitungan kita tidak bulanan namun mingguan. Biasanya yang memanfaatkan skim ini adalah para pedagang dan nelayan. Mereka butuh modal untuk tambah dagangan atau memperbaiki alat tangkap “,kata Hamzawi.
KSU “ Margi Rahayu” saat ini merupakan salah satu lembaga keuangan yang mampu menggerakkan ekonomi di pesisir Wedung Demak dan Kedung Jepara. Setiap harinya kantor yang berada di Kios Pasar baru Kedungmutih nomor 1 ini tiada sepi dari anggota. Mereka datang untuk menyimpan ataupun mendapatkan pembiayaan.
“ Kami berterima kasih pada LPDB yang telah membina kami dan juga instansi terkait utamanya Dinas Koperasi Jawa Tengah . Kami selalu dibina dan diberdayakan agar lebih maju “, kata Hamzawi. (Muin)

Kreatif Ajak Jalan-Jalan Anak , Raki Dapat Uang

Raki ajak jalan-jalan anak-anak

Jepara – Hidup dalam jaman yang serba modern ini orang dituntut untuk kreatif. Seperti halnya Raki (45) warga desa Dongos kecamatan Kedung kabupaten Jepara. Dengan mengajak jalan-jalan anak orang ia mendapat uang setiap harinya. Mengapa ?
Ya setiap hari dia bekerja sebagai sopir kereta mini . Dengan mengajak anak-anak keliling kampung dia mendapatkan uang. Setiap hari ia berpindah dari desa satu ke desa lainnya. Bermodal kendaraan roda tiga sewaan ia mengais rupiah setiap harinya.
“ Ya sekali naik atau sekali jalan Rp 1.000, namun ada pula yang langsung dua kali kali jalan jadinya ya Rp 2.000. Jika sekali jalan penuh hasilnya juga lumayan “, kata Raki pada kabarseputarmuria.com
Raki mengatakan , setahun yang lalu dia mengoperasikan kereta mini bergambar naga. Namun karena bentuknya terlalu panjang maka menyulitkan untuk masuk kampung. Oleh karena bosnya mempunyai kereta mini roda tiga maka iapun menyewa system harian.
“ Kalau pakai kereta roda tiga ini lebih praktis cara bawanya . Masuk gang-gang sempit tidak kesulitan. Sehingga bisa menarik anak-anak untuk naik ke kereta roda tiga ini “, lanjut Raki.
Sewa kereta mini sehari taripnya Rp 75 ribu ditambah bensin sehari habis Rp 25 ribu . Jadi pengeluaran seharinya sekitar Rp 100 ribu. Dari anak-anak yang naik kereta mininya Raki mengaku sehari bisa dapat Rp 200 ribu – Rp 250 ribu. Jika dikurangi dengan pengeluaran diatas penghasilan bersih Raki antara Rp 100 ribu – Rp 150 ribu.
Dari mengoperasikan kereta mini roda tiga itu Raki mengaku bisa member belanja istrinya sehari-hari. Selain itu juga bisa membiayai anak-anaknya sekolah. Oleh karena itu setiap hari dia selalu keliling dari desa satu ke desa lainnya. Jika ada anak bergerombol iapun menghampirinya untuk diajak jalan-jalan.
“ Sekarang jalan di desa sudah mulus di betonisasi sehingga perjalanan kereta cukup lancar. Sehingga kereta bisa berjalan cepat dan kondisi keretapun awet “, tambah Raki.
Di waktu-waktu tertentu Kereta Mini Raki disewa oleh sekolan Taman Kanak-kanak atau PAUD. Mereka mengajak siswa-siswinya untuk jalan-jalan ke tempat wisata. Sehari keretanya di boking untuk mengantarkan jalan-jalan ke tempat wisata yang di tentukan.
“ Ya kadang ke pantai Kartini Jepara , kadang juga ke pantai Teluk awur Jepara. Nah kalau ini rejeki nomplok tidak usah keliling-keliling sudah ada orderan datang dan hasilnyapun lumayan “, kata Raki lagi. (Muin)

Yuk Kita Buat Kerajinan Dari Sampah Plastik







Barbagai macam sampah plastik dapat diolah menjadi barang barang yang bermanfaat silakan di coba


Rabu, 29 Oktober 2014

Darto Usai Kecelakaan Jual Mainan Keliling

Darto dan mainan yang dijual

Jepara – Bagi Darto warga Kosono kecamatan Kedung berjualan mainan keliling bukanlah pekerjaan pilihan. Namun karena musibah yang menerpa kini ia beralih profesi jualan mainan tradisional. Mainan itu produksi warga desa Karanganyar kecamatan Welahan . Ada kitiran , bebek-bebekan , trothokan dan engkek-engkekan.
Setiap pagi hari ia berjualan di pasar Jepara. Sedangkan jika siang ia keliling kampung di seputaran kota Jepara. Dengan mengendarai sepeda motor ia berangkat dari desa. Waktu tempuh rumahnya dengan pasar Jepara dibutuhkan waktu sekitar 30 menit.
“ Alhamdulillah meski tidak banyak ya bisa tambah-tambah untuk belanja sehari-hari. Dulu saya tukang kayu namun karena musibah terjatuh ada tulang yang retak . Dokter menyarankan tidak kerja berat “, kata Pak Darto pada kabarseputarmuria.com.
Darto mengatakan , sebelumnya ia kerja sebagai tukang kayu. Membuat berbagai macam mebeler. Meskipun tidak banyak namun penghasilannya cukup untuk kehidupan sehari-hari. Suatu ketika ia terjatuh terpeleset hendak mandi. Meskipun kejadiannya sepele namun membuat tulang tangannya retak. Kerja tukang sudah tidak mampu lagi.
“ Awalnya saya galau melihat kondisi itu. Namun saya berpikir bagaimana untuk kelangsungan kehidupan keluarga saya. Saya akhirnya dolan ke rumah saya dulu di Karanganyar. Akhirnya terpikir untuk berjualan mainan dari sana “, tukas Darto.
Pertama jualan rasanya kikuk karena tak terbiasa. Setelah berjalan beberapa hari barulah terasa nyaman berjualan mainan. Ada rasa malu awalnya karena tidak biasa berkeliling. Dulu setiap hari kerja di rumah atau merantau ke tempat jauh. Kini harus berkeliling setiap hari bertemu banyak orang .
“ Prinsip saya,  kerja yang saya lakukan ini adalah demi menghidupi keluarga. Apapun rintangannya harus saya kalahkan. Alhamdulillah sekarang saya sudah terbiasa jualan seperti ini.”,tambahnya
Dari berjualan mainan ini pak Darto mengaku sehari bisa membawa keuntungan bersih Rp 35 ribu – Rp 50 ribu. Sehingga apapun rintangannya jika badannya sehat ia selalu berangkat berjualan. Kendala yang utamnya jika jualan adalah jika hujan datang . Jalan-jalan sepi dan tidak banyak anak-anak yang keluar dari rumah. (Muin)

Bekerja Sebagai Satpam Rumah Sakit , Banyak Sukanya



Semarang – Apapun kerjanya jika dijalani dengan senang hati hidup akan terasa nyaman. Hal itu dikatakan Khoirul Fadhol Satpam ruangan Rajawali lantai 6 RSU Kariadi Semarang. Meskipun harus kerja 12 jam sehari namun  hal itu tidak menjadi halangan. Setiap hari ia rajin datang ke rumah sakit sesuai jadwal yang telah ditugaskan kepadanya.

“ Ya namanya kerja ya harus senang kita jalani pak. Baik panas maupun hujan harus berangkat. Senang susah harus kita terima .Ini semua demi untuk menghidupi keluarga “, kata Fadhol pada kabarseputarmuria.com

Pria asli Purwodadi dan lulusan SMK ini mengaku , bekerja sebagai Satpam bukan tujuan yang utama. Namun untuk mencari pengalaman kerja . Selain itu juga dikejar oleh kebutuhan keluarga karena ia telah berumah tangga. Oleh karena itu ketika ada lowongan kerja sebagai Satpam iapun melamar dan diterima.

“ Sebelum di terjunkan di tempat kerja di rumah Sakit ini , saya dilatih tentang kesamaptaan , kerja sama, juga penanggulangan masalah. Setelah lulus barulah ditempatkan disini “, kata Fadhol

Di Rumah Sakit Kariadi Semarang Fadhol bertugas menjaga keamanan dan ketertiban ruangan Rajawali lantai 6 . Di lantai itu terbagi 2 blok A dan B. Tugas yang utama adalah menjaga keamanan dan ketertiban utamnya pengunjung 
pasien. Selain itu juga membantu kelancaran semua hal di ruangan itu.

“ Yang utama adalah menjaga ketertiban pengunjung dan penunggu pasien. Satu pasien satu penunggu dalam setiap ruangan. Jika ada yang lebih ya kita tertibkan “, tambah Fadhol.

Selain itu juga mengatur administrasi penunggu dengan memberikan kartu khusus penunggu pasien. Dengan kartu itu penunggu pasien dengan bebas bisa keluar masuk meskipun tidak kondisi jam besuk. Misalnya untuk keperluan keluar membeli makanan , dan keperluan lainnya. Tanpa kartu itu penunggu tidak bisa seenaknya keluar masuk rumah sakit.

“ Untuk dapat Kartu ini , penunggu harus menukar dengan KTP asli . Nanti setelah selesai atau pulang KTP bisa diambil lagi. Dengan kartu ini penunggu bisa keluar masuk dengan bebas meskipun tidak jam besuk “, ujar Fadhol.

Kerja sebagai Satpam menurut Fadhol banyak senang daripada susahnya. Setiap hari ia bertemu banyak orang dari berbagai penjuru di Jawa Tengah. Ada kisah atau cerita menarik yang bisa dijadikan sebagai pengalaman. Selain itu juga bisa membantu banyak orang.

Kebanyakan yang di rumah sakit adalah orang yang ditimpa kesusahan karena keluarganya sedang menderita sakit. Oleh karena itu ia kadang menghibur para penunggu yang sedang susah. Selain itu juga membantu crew ruangan dimana ia bekerja.

“ Susahnya itu jika ketemu penunggu atau pengunjung pasien yang sok. Ketika ruangan dibersihkan penunggu harus keluar dari ruangan. Namun banyak yang bendel selain itu ngomel-ngomel dengan kata yang kurang berkenan di hati “, kata Fadhol menutup sua. (Muin)


Misbakhul Arrezqi Bintang 5 Demak Juara II Wirausaha Muda Bidang Industri dan Jasa Boga

(foto:dokumentasi Kemenpora)
 (foto:dokumentasi Kemenpora)
 
Jakarta – Dosen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Syiah Kuala sekaligus direktur UKM Center FE Unsyiah, Dr. Iskandarsyah Madjid, S.E., M.M. meraih Juara I kategori Penggerak Wirausaha Bersprestasi 2014 yang diadakan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga di Jakarta.
Kompetisi ini berlangsung sejak 1 Juli-31 Agustus 2014 dengan dua kategori yaitu, Wirausaha Muda Pemula Berprestasi (WPMB) untuk bidang pertanian, perdagangan dan jasa, industri dan jasa boga, industri kreatif) dan kategori Penggerak Wirausaha Berprestasi (PWB). Dari seluruh kategori yang ada, dipilih tiga pemenang pada setiap kategori. 10 finalis yang terpilih dalam tahap seleksi proposal, survei, verifikasi lapangan, dan wawancara akan dinilai lebih lanjut oleh dewan juri yang didatangkan dari berbagai bidang seperti kementerian teknis (UKM, pertanian, perindustrian, perdagangan, kelautan, dan perikanan), praktisi bisnis yang berasal dari Hipmi, perbankan, akademisi, dan media.
Berikut adalah pemenang untuk kategori Penggerak Wirausaha Berprestasi 2014; Juara I : Iskandarsyah (Aceh), nama usahanya UKM Center FE Unsyiah, Juara II :Syam Rahadi (Sulawesi Tenggara), nama usaha UPT Pusat Pengembangan Kewirausahaan dan produktivitas Nasional, Juara III : Uun Unerie (Jawa Barat), nama usaha Cirebon Creative.
Untuk kategori Wirausaha Muda Pemula Berprestasi 2014 :
A. Bidang Pertanian ; Juara I :Adi Pramudya ( DKI Jakarta) nama usaha CV Anugerah Adi, Juara II : Diyah Rahmawati Wicaksana Ningtyas (Jawa Timur) nama usaha Vigur Organik dan Juara III : Hendro Sugiarto ( Jawa Barat) nama usaha Mushroom Van Java.
B. Bidang Usaha Perdagangan dan Jasa : Juara I : Dea Ariyanti (Jawa Barat) nama usaha Supernova House, Juara II : Rahmat L Bialangi (Sulawesi Selatan) nama usaha PT Insan Adrasta Tour dan Juara III : Ali Oktoda (Bengkulu) nama usaha Simba Corporation.
C. Bidang Usaha Industri dan Jasa Boga ; Juara I : Nur Rachman (Jawa Barat) nama usaha RM Rumah Surge, Juara II : Misbakhul Arrezqi (Jawa Tengah) nama usaha Bintang 5 dan Juara III : Ahmad Miftakhul Khoiri ( Jawa Timur) nama usaha Ayam Geprak Sambal Bawang.
D. Bidang Usaha Industri Kreatif ; Juara I : Vania Santoso ( Jawa Timur) nama usaha Startic AV Peduli, Juara II : Putu Linda Aristhiana (Bali) nama usaha Bali Janger dan Juara III : Roby Rimeldo ( Sumatera Barat) nama usaha Bara. []


Selasa, 28 Oktober 2014

Zarkoni Tak Malu Kerja Jahit Sepatu dan Servis Payung Keliling


Jepara – Ada kata-kata bijak lama yang terus mengiang di telinga Zarkoni.  Bekerja apa sajalah asal halal hasilnya akan berkah untuk keluarga. Itulah yang mendorong warga desa Pelang kecamatan Mayong ini terus bekerja sebagai tukang jahit sepatu dan servis payung keliling.  Jika dihitung ia bekerja keliling kampung sudah lebih dua puluh lima tahun.
“ Ya hampir semua daerah Demak dan Jepara saya jelajahi . Mulai Kedung , Kota sampai dengan daerah Bangsri. Begitu juga Demak saya sudah sampai daerah Bonang dan Sayung “, kata Zarkoni (50) mengawali perbincangannya dengan kabarseputarmuria.
Menurut Zarkoni ketrampilan yang ia kuasai adalah jahit sepatu sandal dan servis paying. Ketrampilan itu ia dapatkan ketika belajar dengan tetangganya yang banyak membuka jasa ini. Sejak kecil ia ditinggal mati kedua orang tuanya. Sehingga pendidikan tertingginya hanya SD itupun tak tamat.
“ Sejak kecil saya yatim karena ditinggal ayah saya. Sekolah tidak ada yang ngurusi sayapun ikut orang berganti-ganti. Ketrampilan jasa jahit sepatu dan servis payung inilah yang saya kuasai . Jadi inilah yang menopang hidup keluarga “, kata Zarkoni yang mengaku berputra dua .
Namun untungya ia mempunyai istri yang cukup produktif di rumah ia membuka took kelontong kecil-kecilan. Toko itulah yang membantu kebutuhan hariannya selain upah dari jahit sepatu dan servis payung. Dulu ketika belum banyak yang keliling kampung . Penghasilannya sehari cukup lumayan , namun seiring dengan makin bertambahnya pesaing. Penghasilanpun makin berkurang bahkan kadang nombok.
“ Dulu ya cukup lumayan sehari bisa dapat Rp 50 ribu – 75 ribu sekali jalan. Tetapi kini usaha saya ini boleh dibilang ya pas-pasan. Sehari berkeliling kadang hanya bisa untuk beli bensin dan makan. Ya gimana lagi “, tutur Zarkoni .
Zarkoni  mengaku dalam hatinya ia ingin alih pekerjaan. Namun ia mengaku tidak punya ketrampilan apa-apa. Di jaman mudanya ia pernah merantau ke Sumatera namun hanya kuat sebulan. Pekerjaan di proyek cukup berat sehingga tenaganya tidak mampu menjalaninya. Akhirnya ia pulang kampung.
“ Ya beginilah yang saya bisa . Saya tak malu untuk terus kerja seperti ini. Mudah-mudahan ada berkahnya untuk keluarga saya.  Terus terang anak saya dua tidak ada yang nuruni pekerjaan saya ini “, kata Zarkoni menutup sua. (Muin)





Kuli Angkut Garam Pekerjaan Alternatif Musim Kemarau


Demak – Musim kemarau saat ini ada banyak peluang kerja disektor pegaraman di kabupaten Demak. Salah satu yang banyak di cari oleh pengepul atau petambak adalah tenaga angkut garam. Kebanyakan letak tambak garam jauh dari jalan raya atau terminal garam. Oleh karena itu dibutuhkan tenaga untuk melangsir garam.

Salah satu pemasok tenaga angkut garam ini adalah warga desa Serangan kecamatan Bonang kabupaten Demak. Meski desa ini bukan penghasil garam . Namun ada warganya yang terjun dalam usaha angkut garam. Mereka biasanya kerja bersama-sama satu rombongan terdiri dari 8 -10 orang.

“ Rombongan  ini terbentuk sudah lama dan tidak punya nama. Yang penting kita kerja bersama dan hasilnya dibagi bersama-sama. Kita angkut garam sudah lebih sepuluh tahun “, kata Masrukin juru bicara tenaga angkut garam pada kabarseputarmuria.com

Di temui di lahan pembuatan garam desa Kedungmutih Masrukin mengatakan, selain bekerja di lahan garam desa Kedungmutih. Rombongannya juga mengangkut garam mulai dari desa Menco , Babalan sampai desa Kendalasem. Hal itu tergantung dari bakul yang membutuhkan kemanapun ia di bawa ia siap bekerja.
Masruhin dan teman-temannya sedang istirahat

“ Dulu desa Serangan terkenal dengan para bakul garam yang menggunakan perahu sebagai alat angkut. Namun sekarang jumlahnya makin berkurang . Dan mereka kini terjuan dalam usaha pengankutan garam “, papar Masruhin.

Menurut Masruhin kerja sebagai tenaga angkut garam cukup berat karena mengandalkan tenaga yang besar. Namun dari segi penghasilan cukup lumayan dibandingkan dengan kerja yang lainnya. Sehari mulai pagi sampai sore setiap pekerja bisa membawa upah Rp 75 ribu – Rp 100 ribu setiap harinya.

Sistem pembayaran tenaga angkut ini dengan system borongan. Garam-garam di lahan yang dibeli oleh bakul kemudian dimasukkan zak oleh tenaga angkut . Setelah di jahit rapi garam-garam itupun kemudian diangkut menuju ke tempat pengepulan atau terminal garam. Ongkos atau upahnya biasanya per rit truk. Banyak sedikitnya upah tergantung dari jarak garam itu di angkut.

“ Hasil upah dari para pengepul itu kita kumpulkan jadi satu. Setelah selesai baru kita bagi sesuai dengan jumlah tenaga yang ikut dalam pekerjaan. Kalau ada sisa biasanya untuk kas rombongan”,tambah Masruhin.

Jika musim penghujan tiba biasanya anggota rombongan kuli angkut garam ini alih profesi. Ada yang bekerja sebagai tenaga buruh tani ,namun ada pula yang bekerja di sector lain. Dan merekapun kumpul kembali di musim kemarau untuk bekerja di sector angkut garam ini. (Muin).

"BLOGNYA MASYARAKAT PESISIR DEMAK DAN JEPARA "
Bagi pembaca yang ingin berbagi informasi dapat mengirim tulisan apa saja artikel, Berita, Foto dan apa saja yang bermanfaat ke Email : pakardans[at]gmail.com, Dan jika anda mempunyai informasi yang perlu diliput dapat menghubungi Redaksi Phone:
085641629350.-
Bagi anda yang mempunyai usaha apa saja yang ingin dipublikasan via media internet dan menghubungi Redaksi
Bila anda peduli dengan kemajuan blog ini dapat berbagi dengan kami
Donasi bisa dikirimkan via pengelola blog :
Nama : FATKUL MUIN
Bank : BRI UNIT PECANGAAN KULON JEPARA
NO REK : 5895-01-000092-53-8
" Marilah Kita Bersama Berdayakan Masyarakat Pesisir"