Sabtu, 25 Oktober 2014

Tenaga Angkut Garam Demak Berharap Jembatan Permanen


Demak – Tenaga angkut garam yang bekerja di kawasan pertambakan garam di Demak berharap pemerintah membuatkan jembatan permanen. Sementara ini jembatan di kawasan pertambakan yang ada hanyalah jembatan darurat terbuat dari bamboo. Akibatnya kerja mereka tidak maksimal dan penuh dengan kehatian-hatian.

“ Jika tidak hati-hati kadang ada yang tergelincir ke dalam sungai . Apalagi jika habis hujan jembatan bamboo licin jalanpun sulit hasil tidak bisa maksimal “, ujar Masrukin tenaga angkut garam dari desa Serangan kecamatan Bonang pada kabarseputarmuria.

Di temui di kawasan pertambakan garam desa Kedungmutih Masrukin mengatakan, kendala kerja yang utama adalah jembatan darurat. Saat ini hampir semua tambak di desa kedungmutih, Babalan dan Menco di kelilingi sungai atau saluran air. Untuk mengangkut hasil panen ke pinggir jalan raya harus melewati jembatan darurat,

“ Kebanyakan jembatan disini sangat darurat. Hanya terbuat dari batang bamboo 3-4 buah sehingga jika tidak terbiasa akan sulit melewatinya. Kami berharap pemerintah bisa membuatkan jembatan permanen “, kata Masrukin.

Sementara itu Ahmad Musthofa petani garam dari desa Kedungmutih membenarkan kondisi tersebut diatas. Setidaknya lahan tambak yang berada di jalan raya Kedungmtih – Babalan membutuhkan jembatan permanen 5 – 6 buah. Setiap seratus meter diharapkan ada satu jembatan permanen.

Dengan adanya jembatan itu pengangkutan garam lebih lancar. Tenaga kerja tidak mengangkut secara manual dengan dipanggu. Namun bisa mempergunakan alat seperti kereta dorong, sepeda atau sepeda motor. Selain mempercepat waktu angkut garam biaya angkut juga lebih murah.

“ Dengan biaya angkut yang lebih murah harga garam juga bisa terangkat. Terutama lahan garam yang berada jauh dipelosok yang sulit dijangkau . Angkutan mempergunakan perahu sehingga biaya angkut berlipat “, tambah Ahmad Musthofa.

Oleh karena itu dia mewakili teman-teman petani tambak berharap pemerintah membangun jembatan permanen. Sepertinya beberapa titik tambak garam di Jepara telah dibuatkan jembatan permanen. Selain sebagai sarana angkut garam jembatan ini juga sebagai sarana untuk angkut ikan dan udang jika musim penghujan tiba. (Muin)


Kamis, 23 Oktober 2014

Sudi Penderita Tumor Otak Butuh Uluran Dermawan


Jepara-Sudi, warga desa Balong kecamatan Kembang kabupaten Jepara ini saat ini sedang menahan rasa sakit karena terjangkit tumor otak belakang. Ceritanya, tujuh tahun lalu, terdapat benjolan kecil di kepalanya tiba-tiba semakin membesar. Alhasil tahun kemarin 2013 ia dibawa ke RS Dr. Rehatta Kelet untuk operasi pengangkatan.

Namun setelah 14 bulan benjolan muncul lagi dan semakin besar dengan warna lebih putih dari sebelumnya. Setahun berikutnya, tahun ini dilakukan operasi pengangkatan lagi di RSUD Kartini Jepara.

Lima bulan pasca pengangkatan benjolan tumbuh lagi dengan warna merah hingga pembuluh darahnya kelihatan. Dari RSUD Kartini buruh lepas di PTPN IX ini dirujuk ke RSU Karyadi Semarang. Hingga hari ini, (20/10) belum ada kabar dioperasi.

Untuk pengobatan menuju Semarang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Pasalnya sekali jalan Rp.500.000 tidak cukup melakukan perjalanan kesana karena harus menyewa kendaraan.

Beban berat hidup semakin melilit keluarga Sudi lantaran persediaan uang semakin menipis. Disaat lelaki 35 tahun ini jatuh sakit juga harus menghidupi dua anak. Anak pertama, baru lulus SMP dan anak keduanya baru usia 3 tahun.

Karena itu, kepada dermawan sekalian yang berminat mengulurkan bantuan dananya untuk Sudi sekeluarga silahkan bisa datang ke kediamannya di desa Balong RT.05 RW.04 kecamatan Balong kabupaten Jepara. Semoga Sudi tetap diberi ketabahan untuk menghadapi ujian yang diberikan Allah SWT. Amiin. (Eko Prasetyo/ qim)

Sumber : Soeara Moeria

Rabu, 22 Oktober 2014

Ini Lho Daftar Calon Menteri Jokowi JK

Jokowi JK meminta bantuan PPATK dan KPK untuk melacak rekam jejak calon menteri. Nama-nama itu dahulu diserahkan tim transisi ke KPK. Penilaian sudah dilakukan baik oleh PPATK dan KPK, hasilnya sudah disampaikan ke Jokowi.

Pada Selasa (21/10) Kepala PPATK M Yusuf menyampaikan dirinya sudah menemui Jokowi. Yusuf menyebut dia hanya menyampaikan ke Jokowi ada nama-nama yang terindikasi tak bersih. Sayangnya Yusuf tak menyebut siapa calon menteri itu.

Sedang pada Senin (20/10), Wakil Ketua KPK Zulkarnaen menyampaikan. KPK hanya memberi tanda merah dan kuning pada nama calon menteri yang dinilai bermasalah. Merah sebagai tanda amat bermasalah, sedangkan kuning rawan. KPK pun tak mau menyebut siapa nama menteri bermasalah itu.

Namun, belakangan beredar sejumlah nama calon menteri yang disetor ke KPK dan PPATK. Tak ada keterangan pos posisi menteri, hanya nama saja. Berikut nama calon menteri yang beredar ke wartawan:

1. Puan Maharani
2. Teras Narang
3. Tjahjo Kumolo
4. Hasto Kristianto
5. Yuddy Crisnandi
6. Muhaimin Iskandar
7. Marwan Jafar
8. Siti Nurbaya
9. Ferry Mursyidan Baldan
10. Rini Soemarno
11. Khofifah
12. Luhut Pandjaitan
13. Darmin Nasution
14. Ignatius Jonan
15. Indroyono Susilo
16. Agus Martowardojo
17. Yunus Husein
18. RJ Lino
19. Retno Lestari Priansari Marsudi
20. Komarudin Hidayat
21. Jimly Assidiqie
22. Mahendra Siregar
23. Bambang Brojonegoro
24. Komjen Budi Gunawan
25. Ryamizard Ryacudu
26. Rudiantara
27. Eva Sundari
28. Anies Baswedan
29. Hamid Awaludin
30. Syafrufin
31. Pramono Anung
32. Mas Ota Santoso
33. Anwar Adnan
34. Wiranto
35. Pratikno
36. Budiman
37. Yuri Thamrin
38. Mirza Adityaswara
39. Abdul Kadir Karding
40. Rusdi Kirana
41. M Yusuf
42. Lukman Hakim Saefuddin

Sumber: detik.com



Mbah Sarji Mantan Kebayan, Tak Ingin Anaknya Jadi Perangkat Desa

Mbah Sarji

Rembang – Menjadi pejabat merupakan dambaaan setiap orang. Oleh karenanya berbagai macam cara dipergunakan agar bisa meraih jabatan itu. Namun bagi mbah Sarji mantan Kebayan desa Sumber Rejo kecamatan Pamotan kabupaten Rembang. Dia tidak merekomendasikan putra putrinya untuk menjadi pejabat desa itu.

“ Dulu pejabat di desa semacam kebayan, kamituwo, ulu-ulu , Jogoboyo dan lainnya sangat di hormati warga desa. Namun sekarang jadi pejabat desa banyak susahnya daripada senangnya “, kata Mbah Sarji pada kabarseputarmuria.

Mbah Sarji mengatakan, sejak tahun 1975 dia telah mengabdikan dirinya sebagai perangkat desa. Dia hanya tamatan SR dulu perekrutan perangkat desa tidak njlimet seperti sekarang. Dulu tidak ada system pendaftaran dengan mengeluarkan uang. Jika ingin jadi perangkat cukup kenal dengan pak kepala desa lalu didaftarkan ke atasan.

“ Tapi sekarang jadi perangkat desa rumit. Selain mendaftar lewat desa lalu kecamatan sampai dengan kabupaten. Selain itu ada juga tes tulis dan wawancara. Dulu tesnya hanya suruh nulis nama , alamat dan nama kepala desa “, kenang mbah Sarji.

Untuk menjadi perangkat desa sekarang butuh biaya yang cukup besar. Selain untuk pendaftaran tingkat desa juga mengeluarkan biaya untuk wira-wiri mengurus surat . Bahkan kadang-kadang ada juga yang mengeluarkan uang khusus agar tesnya lulus. Biayanya bisa jutaan sampai dengan puluhan juta apalagi jika yang calon banyak.

“ Dulu orang nyalon perangkat desa jarang , tetapi kini orang nyalon perangkat desa jumlahnya cukup banyak . Meskipun bengkoknya tidak nyucuk jika dijual “, katanya lagi.

Dari segi penghasilan mbah Sarji mengaku hidup pas-pasan sebagai perangkat desa. Bengkok yang digarapnya itu tidak bisa mencukupi kebutuhan hariannya. Setahun hanya laku Rp 6 – 8 juta rupiah , sebulan penghasilannya kurang dari 1 juta rupiah. Oleh karena itu untuk menambah penghasilan ia menyewa lahan dan juga beternak.

“ Alhamdulillah anak saya enam , semuanya sudah bekerja sebagai wiraswasta  dan tidak ada yang jadi perangkat. Yang kecil lulusan SMK sekarang kerja di dealer sepeda motor “, kata Mbah Sarji menutup sua.(Muin)

Rawat Jalan Di RSUP Kariadi Pengin Lancar Perbarui Rujukan


Semarang- Selain rawat inap Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Kariadi Semarang juga melayani Rawat Jalan. Setiap harinya tak kurang 500 pasien rawat jalan yang datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Mereka itu adalah pasien rawat inap yang telah pulang dan kembali lagi untuk control. Selain itu banyak juga pasien rujukan dari berbagai Rumah Sakit di Jawa Tengah.

Kebanyakan pasien rawat jalan ini adalah peserta Askes dan BPJS. Untuk dapat dilayani dengan lancar membutuhkan persyaratan yang harus dipenuhi. Selain kartu BPJS atau Askes asli , KTP asli , KK dan juga surat rujukan dari dokter atau Rumah Sakit. Surat rujukan sangat penting dalam rangka pelayanan rawat jalan.

“ Untuk surat rujukan ini amat sangat penting . Oleh karena itu kami berharap setiap control atau rawat jalan harus dibawa. Dan yang lebih penting surat rujukan ini ada masa lakunya “, kata Suroto Humas RSUP Kariadi pada kabarseputarmuria.


Suroto mengatakan , beberapa pasien rawat jalan atau control  harus ditolak karena tidak membawa surat rujukan atau surat rujukannya kedaluwarsa. Untuk surat rujukan control biasanya hanya berlaku dua kali. Untuk control yang ketiga kalinya harus memperbaharui surat rujukan.

Begitu juga pasien baru yang akan rawat jalan harus membawa surat rujukan dari dokter atau rumah sakit daerah. Jika pasien tidak membawa surat itu fihak rumah sakit tidak bisa menindaklanjutinya. Surat itulah yang nanti diajukan ke fihak BPJS.

“ Memang semua peserta askes atau BPJS jika rawat jalan tidak akan dikenakan biaya , Namun itu semua harus mematuhi semua aturan atau persyaratan yang telah ditentukan. Jika tidak lengkap mohon maaf kami tidak bisa menindaklanjutinya “, kata Suroto.

Dari pantauan dilapangan, suasana pendaftaran rawat jalan di RSUP Kariadi cukup padat. Ratusan pasien yang akan rawat jalan atau control di layani sepuluh loket. Pasien datang pertama harus ambil nomor antrian dulu. Setelah itu dipanggil oleh petugas berdasarkan loket yang telah disediakan . Selanjutnya pasien bergerak ke klinik yang diinginkan untuk diperiksa. (Muin)

Musim Kemarau Belum Usai , Rejeki Penjaja Air Terus Mengalir



Demak – Musim kemarau yang melanda pesisir Wedung kabupaten Demak belum berakhir. Penjualan air bersih merupakan usaha yang cukup dibutuhkan oleh warga . Selain menggunakan sepeda, sepeda motor. Kini bebarapa pemilik kendaraan roda lima juga ikut ider air. Dengan membawa puluhan jrigen air mereka menangguk rupiah saban harinya.

Rif’an (45) warga desa Kedungmalang kecamatan Kedung kabupaten Jepara ini memanfaatkan kendaraan roda lima untuk ider air. Ia ditemani keponakannya setiap hari ider air ke desa pesisir di Wedung Utara seperti desa Kedungmutih, Kedungkarang, dan Babalan. Pagi hari ia berangkat dan pulangnya jika sore menjelang.

“ Kalau dihitung ya ada dua bulanan ini saya ikut ider air bersih. Semenjak air di Kedungmalang tidak boleh dijual sayapun ikut ider air kasihan warga Demak. Saya ambil air dari Pecangaan dan saya bawa kemari “, kata Rif’an pada kabarseputarmuria yang menemuinya di desa Kedungmutih.


Rif’an mengatakan sebelum ider air , kendaraan roda lima itu dipergunakan untuk mengangkut ikan , dan barang belanjaan lainnya. Melihat peluang ider air yang cukup lumayan itulah iapun tertarik untuk berjualan air bersih. Dengan diisi sekitar 50 jrigen berukuran 30 liter iapun mencoba peruntungan ider air.




“ Alhamdulillah sehari setelah di kurangi dengan bahan bakar dan pembelian air di Pecangaan sehari bisa dapat bersih Rp 100 ribu – Rp 150 ribu. Lumayan bisa untuk tambah belanja sehari-hari “, aku Rif’an.

Menurut Rif’an air bersih yang ia jajakan benar-benar bersih karena di ambil dari sumber air di Pecangaan. Di sana setiap jrigennya ia harus membayar Rp 500,-. Sedangkan sampai di desa yang membutuhkan ia jual perjerigennya Rp 2.500 – Rp 3.000,-. Setiap hari ia bisa bolak-balik 2-3 kali mulai pagi hingga sore hari. Jarak pengambilan air sampai tempat penjualan kurang lebih 10 kilometer.

Rejeki juga mengalir ke Kantong Khotib (24) bujangan warga desa Kedungmalang. Dengan menggunakan sepeda motor dan kereta dorong setiap hari ia jug aider air bersih ke rumah pelanggannya. Dengan drum plastic iapun membawa air ke rumah warga. Satu kereta dorong ia isi 2 drum air dan dua jrigen.

Uniknya untuk membawa air ke dalam rumah ia menggunakan mesin pompa air. Berbekal selang dan kabel panjang ia modifikasi pompa air untuk membawa air ke rumah warga. Untuk mengalirkan air dari kereta dorong ke rumah warga yang membutuhkan ia perlu waktu 20 – 30 menit.(Muin)


Selasa, 21 Oktober 2014

Di RSU Kariadi Semarang , Pasien Masuk Ruang Perawatan Butuh Waktu 2-3 Hari

Ruang Dokter IGD

Semarang – Entah karena pasien yang cukup banyak atau kurangnya ruang perawatan di RSUP Kariadi Semarang. Menyebabkan pasien yang masuk di IGD menumpuk memenuhi ruangan karena menunggu penempatan di ruang perawatan. Semua kelas penuh sehingga pasien yang datang harus menunggu 2-3 hari untuk mendapatkan ruang perawatan khusus sesuai dengan penyakitnya masing-masing.

“ Ya kami disini hanya pelayanan darurat saja pak, untuk lebih efektifnya pasien harus mendapatkan ruangan perawatan khusus. Namun semua ruangan penuh bapak harus bersabar ada yang di IGD ini 3-4 hari lho pak “, ujar salah satu dokter di ruangan IGD RSUP Kariadi pada kabarseputarmuria Selasa (14/10).

Pagi hingga siang itu memang suasana ruangan IGD seperti pasar dengan bed-bed yang berdempetan. Tempat yang biasanya dipergunakan untuk satu bed pasien dipaksakan untuk 2 bed. Sehingga suasana dalam ruangan IGD penuh sesak dengan pasien dan keluarga penunggu. Tiap jam pasien kembali datang dari berbagai Rumah Sakit di Jawa Tengah. Sakit yang di derita pasien juga beragam dan rata-rata sudah akut.

“ Gimana lagi mau di tolak juga tidak bisa pak . Pasien yang datang harus kita layani semampu kita . Meskipun kondisinya seperti ini ya harus kita tangani “, ujar Lukman Amin salah satu perawat jaga di bagian IGD.

Hal sama juga dikatakan penunggu pasien dari Demak  yang ditemui di depan ruang IGD. Ia dan beberapa orang keluarganya harus tidur di emperan depan ruangan IGD karena pasien belum mendapatkan ruangan perawatan. Menurut petugas IGD semua ruangan perawatan masih penuh sehingga pasien harus menunggu di IGD. Beberapa barang seperti tas, tikar , bantal dan minuman teronggok di emperan .

“ Habis gimana lagi mas yang penting Mbah saya sudah ada di IGD. Mestinya sih dapat ruangan kelas 1 sesuai dengan kartu Askes. Boro-boro dapat kelas 1 dapat ruangan kelas 3 udah untung “, kata Hilal yang asal Demak.

Paisien setelah masuk ruang Rajawali


Hilal mengatakan bulan Agustus lalu ia menunggu mbahnya yang sakit. Masih mending bulan lalu hanya menunggu 12 jam di ruangan yang pengap itu. Pagi sekitar jam 8 mbahnya dapat kamar dan diantar perawat ke ruangan kelas 3 padahal mbahnya pemegang kartu askes kelas 1. Meskipun demikian hal itu bukan kendala yang penting mbahnya dapat perawatan segera dari dokter.

“ Kalau untuk penyakit yang tidak gawat sih nunggu lama tidak apa-apa. Kalau penyakitnya berat kan kasihan . Barusan tadi ada pasien rujukan dari Jepara meninggal di ruangan IGD . Keluarganya shok hingga pingsan melihat itu “, cerita Hilal.

Kejadian luar biasa membludaknya pasien di RSUP Kariadi itu terjadi setiap hari . Sehingga ruangan untuk menampung pasien sudah tidak muat lagi. Beberapa pasien dari luar kota harus mondok dulu di sekitar Rumah Sakit agar mendapat kamar perawatan. Bahkan ada yang pulang kampung danm kembali lagi setelah mendapat telpon dari fihak Rumah Sakit. (Mn)


Gempar Suparno , Driver Ambulance Gerindra Siap Setiap Waktu

Gempar dan Mobil Ambulance Gerindra

Semarang – Gerindra adalah salah satu Partai Politik yang peduli pada kesejahteraan rakyat. Salah satu wujud kepedulian itu adalah tersedianya mobil ambulance gratis di setiap kabupaten kota Di Jawa Tengah. Setidaknya ada 36 mobil ambulance yang melayani masyarakat Jawa Tengah termasuk juga di Kotamadya Semarang. Mobil ambulance ini melayani warga dalam hal pengantaran orang sakit dan juga meninggal dunia.

“ Saya sudah dua tahun lebih jadi driver ambulance partai Gerindra . Warga masyarakat yang membutuhkan tinggal hubungi nomor telpon yang tertera di mobil. Kita tidak pandang bulu siapa yang membutuhkan kita datangi jika belum terpakai “, kata Gempar Suparno driver ambulance Gerindra kota Semarang yang ditemui kabarseputarmuria di depan ruang IGD RSUP Kariadi Semarang.

Gempar mengatakan,ambulance bagi warga sangat penting. Salah satunya untuk mengantarkan warga yang sedang sakit dan butuh rawat inap di rumah sakit. Dengan adanya ambulance dari partai Gerindra ini warga bisa mempergunakan sewaktu-waktu baik pagi, siang atau malam hari. Selain itu bisa pula digunakan untuk membawa pulang jenazah dari rumah sakit menuju rumah duka.

“ Selain itu mobil ambulance ini juga bisa digunakan untuk membawa jenazah dari rumah duka ke pemakaman. Ya karena sifatnya social ya tidak ada imbalan apa-apa dari warga”, kata Gempar.

Ambulance Jepara dan Semarang di RSUP Dr, Kariadi Semarang

Menurut gempar menjadi driver mobil ambulance ini banyak senangnya daripada susahnya. Di setiap tempat ia punya banyak teman dan kenalan karena setiap waktu bergerak terus ke tempat yang membutuhkan. Selain itu ia juga bisa menyumbangkan tenaganya untuk sesame. Sedangkan susahnya juga ada meskipun tidak banyak.

“ Ceritanya begini ada orang yang membutuhkan ambulance untuk pemakaman . Setiap waktu selalu mengabarkan pengunduran waktu pemakaman. Ketika jamnya sudah sampai ambulance udah bergerak ke rumah duka. Namun sayangnya sudah diambilkan ambulance lain tanpa pemberitahuan”, kenang Gempar.

Namun Gempar mengaku tak marah dengan kondisi itu. Warga yang membutuhkan ambulance mungkin sedang kebingungan . Sehingga ia tidak menyadari bila telah memesan mobil ambulance. Akibatnya iapun kemudian memesan lagi ambulance untuk membawa jenazah ke pemakaman. Agar tak kecolongan kini ia selalu cek dan di recek sebelum memberangkatkan mobil ambulance. Bagi warga Semarang yang butuh jasa ambulance gerindra bisa hubungi no Hp :085641811018 atau Telp  024-7616107 (Muin).


Slamet SB , Sukses Buka Usaha Potong Rambut

Slamet SB di depan Toko kecilnya

Demak - Potong rambut atau tukang cukur saat ini merupakan salah satu pekerjaan yang harus dilirik bagi yang mengaku dirinya pengangguran , betapa tidak meski hanya memotong rambut saja namun upah yang didapatkan cukup lumayan.

Hal inilah yang mendorong Slamet Setia Budi warga desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak ogah alih profesi karena setiap harinya mampu menangguk rupiah dari kepala-kepala yang di cukurnya. Setiap hari paling minim dia mendapatkan order menggunduli, memendekkan , merapikan rambut kepala 6 - 5 , belum yang cukur jambang dan jenggot.

Tarip yang ia patok setiap kepalanya Rp 5.000,- dari anak kecil, dewasa, orang tua , pria atau wanita semua ongkos yang dikeluarkan sama rata. Jika hari-hari biasa pendapatan yang ia dapatkan 15 ribu – 21 ribu namun jika ramai seperti menjelang puasa atau hari raya pendapatannya bisa melonjang 30 ribu – 45 ribu rupiah , karena kebanyakan orang ingin tampil rapi di hari Raya Idul Fitri.

Di bilik sederhana dibelakang rumahnya ia menanti pelanggannya yang datang dari desa sendiri dan desa-desa sekitarnya. Selain sebagai tempat kerjanya sehari-hari yang berisi kaca besar , kipas angin kecil , meja kecil berisi peralatan cukur dari gunting manual dan electric dan kursi untuk pelanggan, dibagian belakang ia taruh bale-bale kecil untuk beristirahat.

 Maklum sampai saat ini ia masih njomblo alias belum punya gandengan sehingga kesehariannya ia habiskan dalam bilik cukur yang ia buat dari bambu dan papan bekas, agar kelihatan asri di depan biliknya itu ia taruh pot-pot yang berisi tanaman hijau dan kembang-kembang. Di samping pintu biliknya ia pasang waktu prakteknya yaitu jika pagi jam 08.00 – 15.00 dan malam jam 18.00 – 21.00 seperti layaknya waktu praktek dokter saja .

” Biar keren mas selain itu juga sebagai patokan untuk pelanggan yang datang kemari karena sering mereka datang pas saya tidak ada jadi ya mereka jadi kecewa berat , selain itu juga kami pasang bel ini yang berhubungan dengan rumah meski bilik ini terbuka kadang kami mengerjakan pekerjaan di rumah membantu orang tua . Jadi mereka tinggal ngebel aja saya langsung datang ”, ujar Slamet Setia Budi yang mengaku menjadi tukang cukur lima tahun lebih.

Slamet Setia Budi mengaku profesi menjadi tukang potong rambut ini bukan cita-citanya sejak dulu , karena setamat Madrasah Aliyah ia ingin merantau ke Jakarta seperti teman-temannya , namun sebelum kesampaian keinginannya musibah datang ia kecelakaan sehingga kakinya patah dan harus dirawat beberapa bulan di rumah sakit.

Usai sembuh dari kecelakaan iapun mencoba mempraktekkan kebisaannya memotong rambut dari tetangga satu ke tetangga lainnya , karena merasa nyaman bekerja sebagai tukang cukur akhirnya ia bangun bilik kecil untuk melayani pelanggannya sehingga pelanggannya yang datang kepadanya.

 Adapun ketrampilan potong rambut ia dapatkan dari melihat orang lain dengan seksama yang kemudian ia praktekkan sendiri , dari kreatifitasnya itu ia kini menguasai beberapa model potong rambut yang disukai anak-anak, remaja, sampai orang tua . Jika ada model baru potongan di televisi atau majalah iapun dengan cepat menyesuaikan model-model itu.

” Sekarang remaja-remaja yang cukur disini minta model-model potongan yang dilihat ditelevisi atau majalah, ya saya menyesuaikan dengan keinginan mereka, satu hasilnya bagus , yang lain ikut-ikutan jadi ya lumayan langganan saya bertambah terus”, cerita Slamet .

Dari buka usaha potong rambut  lebih lima  tahun ini Slamet memperoleh banyak hal. Selain pengalaman berwirausaha juga bisa membangun toko kecil di belakang rumahnya. Membantu belanja orang tuanya dan juga membuka usaha jual beli berbagai jenis topi dan kopiah .(Muin)


"BLOGNYA MASYARAKAT PESISIR DEMAK DAN JEPARA "
Bagi pembaca yang ingin berbagi informasi dapat mengirim tulisan apa saja artikel, Berita, Foto dan apa saja yang bermanfaat ke Email : pakardans[at]gmail.com, Dan jika anda mempunyai informasi yang perlu diliput dapat menghubungi Redaksi Phone:
085641629350.-
Bagi anda yang mempunyai usaha apa saja yang ingin dipublikasan via media internet dan menghubungi Redaksi
Bila anda peduli dengan kemajuan blog ini dapat berbagi dengan kami
Donasi bisa dikirimkan via pengelola blog :
Nama : FATKUL MUIN
Bank : BRI UNIT PECANGAAN KULON JEPARA
NO REK : 5895-01-000092-53-8
" Marilah Kita Bersama Berdayakan Masyarakat Pesisir"