Kamis, 27 November 2014

Pembagian Dana Kompensasi BBM, Data Lama Pusingkan Perangkat Desa

Penerima dana Miskin

Demak- Setiap ada momen kenaikan BBM bagi perangkat desa  merupakan hal yang sangat merepotkan. Selain dipusingkan oleh harga-harga yang semua naik juga direpotkan dengan pembagian kartu kompensasi BBM kepada warga miskin. Kerepotan itu diakibatkan oleh banyaknya warga yang protes karena tidak kebagian jatah dana untuk warga miskin tersebut.
“ Seperti kemarin ada petugas dari pos yang tiba-tiba datang memberitahukan bahwa besok pagi warga desa saya sudah bisa ambil dana miskin di kantor pos . Padahal tidak ada sosialisasi terlebih dulu jadi ya kita jalankan saja “, kata Sekretaris Desa salah satu desa di kecamatan Bonang.
Selain dipusingkan oleh data yang tak kunjung diperbaharui itu . Kadangkala perangkat desa juga menjadi sasaran amukan warga yang tidak mendapatkan jatah dana untuk orang miskin itu. Mereka menganggap bahwa data yang digunakan sebagai acuan pembagian dana miskin tersebut yang membuat pemerintah desa.
“ Nah yang membuat kami emosi juga adalah adanya anggapan bahwa data pembagian kompensasi BBM itu dari desa. Padahal kami semua tidak tahu siapa yang mendapat siapa yang tidak karena kartu itu dibagikan langsung dari kantor pos “, tambahnya.

M;Lutfie Noor
Hal sama juga dikatakan , Kepala Desa Mutih Wetan Lutfie Noor . Ketika diminta tanggapannya seputar pembagian kompensasi kenaikan untuk warga miskin. Fihaknya menyayangkan data yang kurang akurat dari penerima bantuan itu. Kadangkala bertolak belakang dengan kenyataan yang miskin tidak dapat . Justru yang mampu banyak yang mendapatkan.
“ Kalau melihat ini kadang saya pusing sendiri , mereka mengira bahwa data itu yang ngatur kita . Sehingga mereka berprasangka buruk pada pemerintahan desa dikatakan tidak adil sama warganya “, kata Lutfie Noor.
Namun ia menilai bahwa bantuan untuk orang miskin itu cukup bagus dalam rangka peningkatan ekonomi mereka.  Selama bantuan itu tepat sasaran kita akan kawal program itu agar sampai ke masyarakat yang membutuhkan. Namun jika data yang dibuat acuan adalah data lama ia yakin masih ada gejolak dari masyarakat.
“ Mestinya data itu dicros cek lagi dengan kondisi yang sekarang. Apakah data itu masih layak atau harus di coret digantikan yang baru. Nah yang mengcros cek itu mestinya ada petugas khusus jangan dibebankan pada perangkat desa “, kata Lutfie Noor lagi. (Muin)

Remaja Kedungmutih Berharap Lapangan Bola Yang Bagus

Lapangan bola di bantaran sungai SWD II

Demak – Sore itu di bantaran sungai serang desa Kedungmutih kecamatan Wedung tampak puluhan anak bermain bola. Meskipun kondisi lapangan tidak memenuhi standar mereka tampak bersemangat bermain bola. Tidak ada kostum khusus mereka berpakaian seadanya , beberapa ada yang memakai sepatu. Namun kebanyakan mereka nyeker alias tidak memakai sandal atau sepatu.

Lapangan bola yang setiap sore dibuat sebagai ajang latihan adalah bantaran sungai serang . Dahulunya adalah pelataran sungai bekas tambak untuk memelihara ikan. Atas inisiatif pemerintahan desa bantaran itupun diurug yang dibiayai APBDes. Namun demikian setelah urugan yang pertama lima tahun yang lalu tidak ada lagi upaya untuk melanjutkan.

“ Kita remaja kedungmutih ini berharap sekali adanya lapangan bola yang bagus. Potensi anak-anak untuk olah raga bola cukup bagus. Namun karena tidak ada lapangan yang mendukung jadinya ya hilang potensi itu “, tutur Din (23) remaja asal desa Kedungmutih pada kabarseputarmuria.com

Din yang didampingi beberapa rekanya di lapangan bola Kedungmutih mengatakan, sejak dulu remaja Kedungmutih berharap ada lapangan bola yang bagus. Sehingga hoby bermain bola anak-anak bisa tersalurkan dengan baik. Selama ini mereka latihan menggunakan lapangan seadanya. Di jalan raya atau ada juga yang menggunakan halaman balai desa dan sekolah untuk main bola.

“ Mestinya pemerintah desa memikirkan hal ini . Mudah-mudahan adanya BPD baru ini bisa menyerap berbagai aspirasi warga desa termasuk lapangan ini. Apalagi BPDnya muda-muda mestinya respon terhadap usulan perbaikan lapangan ini “, tambah Din .

Hal sama juga pernah dilontarkan Ulin Nasrullan mantan pemain bola Rengganis FC Kedungmutih. Sebenarnya potensi pemain bola dari desa Kedungmutih cukup bagus. Terbukti beberapa tahun yang lalu pernah mengikuti berbagai event keluar. Beberapa pemain dari desa Kedungmutih juga ikut bermain di kesebelasan luar desa. Namun karena tidak ada pembinaan dan juga lapangan yang memadai potensi itu hilang begitu saja.

“ Nah nanti setelah ada pimpinan baru kita berharap usulan remaja Kedungmutih mempunyai lapangan bola yang bagus bisa terpenuhi. Sayang potensi itu hilang karena tidak ada lahan untuk latihan”, kata Ulin. (Muin)

Ini Dia Opak Sili Jajanan Khas Desa Candisari

Salah satu pengrajin Opak Sili

Demak – Desa Candisari kecamatan Mranggen ke depan akan dikembangkan sebagai desa wisata karena potensinya yang cukup banyak. Salah satunya adalah adanya usaha kerajinan makanan kecil yang sudahn run temurun. Salah satunya adalah jajanan berupa kerupuk yang dikenal sebagai “Opak Sili “. Kerajinan opak ini berada di kampung Sili salah satu tempat di desa Candisari.

“ Opak Sili ini sudah di kenal sejak lama sekali, pembuatnya ya hampir semua KK di kampung Sili ini . Namun dari perkembangan memang ada satu dua yang tutup usaha karena tidak ada generasi penerusnya, kini tinggal 10 KK ”, kata M. Soleh Kasun seksi Pembangunan LKMD desa Candisari pada kabarseputarmuria.com

Opak Sili ini bahan bakunya adalah singkong yang merupakan salah satu hasil bumi desa Candisari. Setelah dikupas dan dibersihkan singkong tersebut di rebus sampai masak. Rebusan singkong kemudian di lumatkan dengan peralatan khusus sampai jadi adonan mirip bubur. Selanjutnya adonan di beri bumbu agar sedap dan lezat jika dimakan nantinya.

penjemjuran Opak Sili

“ Setelah jadi adonan kemudian baru di cetak jadi bakal opak berbentuk bundar . Opak yang masih basah itu kemudian ditata dalam gadang yang terbuat dari bambu untuk dijemur “, tambah Kasun

Menurut Kasun , rasa opak Sili ini cukup khas dan tidak ada duanya di tempat lain. Oleh karena itu Opak ini cukup laris di pasaran baik di jual di pasar desa atau datang ke tempat pengrajin. Para bakul dari luar desa banyak juga yang kulakan opak Sili untuk di jual di tempat lain. Mereka membeli dalam bentuk mentah ada yang sudah matang langsung bisa diiderkan.

“ Mudah-mudahan ke depan produk Opak Sili ini bisa berkembang lagi setelah desa Candisari ini benar-benar jadi desa Wisata. Oleh karena itu perlu dukungan dan pembinaan dari pemerintah daerah “, kata kasun. (Muin)
Foto -Foto : Desa Candisari 

Zaedun , Dana Kompensasi BBM Untuk Modal Usaha

Zaedun tunjukkan kartu KPSnya

Demak-  Zaedun warga desa kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak berharap mendapatkan dana kompenasasi kenaikan BBM. Selain ia sebagai pemegang kartu kuning KPS juga kondisi ekonominya cukup amburadul. Sehari-hari ia mengandalkan hidup dari kerja serabutan. Kadang kuli bangunan, kadang buruh tambak dan juga menerima pesanan membuat galaran bamboo.

“ Saya sih mengharap sekali dana dari pemerintah itu Mas, meski tidak besar bagi saya cukup berarti. Bisa untuk tambah modal buat galaran dan juga belanja harian “, kata Zaedun di rumahnya bantaran  kali Serang pada kabarseputarmuria.com

Di rumahnya yang terbuat dari bamboo dan beratap rumbia Zaedun mengatakan, dia tinggal di rumah berdua dengan anaknya satu-satunya. Sedangkan istrinya kembali ke rumah mertuanya. Oleh karena itu selain bekerja ia juga mengurus anaknya. Jika ia sedang bekerja di luar rumah anaknya dititipkan ke neneknya yang tinggalnya tidak jauh dari rumahnya.

Zaedun dan rumahnya 
“ Sebagai orang miskin seperti saya ini serba susah mas, apalagi BBM naik semua ikut naik. Belanja sehari-hari juga ikut naik. Penghasilan tidak seberapa akhirnya ya ngutang sana ngutang sini Mas “, tambah Zaedun.

Dengan adanya bantuan kompensasi itu dia berharap bisa mengurangi beban kebutuhannya sehari-hari. Kalau bisa nilainya ditambah agar bisa juga digunakan untuk membuka usaha. Ia berharap tidak kerja serabutan, namun mempunyai usaha di rumah sendiri. Usahanya pembuatan galaran bamboo untuk dinding rumah atau gudag terkendala oleh modal.

“ Ya saya kadang bingung kalau ada pesanan banyak , tidak ada modal untuk beli bamboo . Ya saya membuatkan pesanan ya semampu saya kadang juga menolak pesanan “, tukas Zaedun.

Zaedun mengatakan , pembagian dana untuk orang miskin di desanya masih banyak salah sasaran. Banyak orang miskin yang terlewatkan ,tetapi banyak pula yang sudah mampu justru mendapatkan. Hal inilah yang kadang membuat kecemburuan antar warga. Dengan kondisi ekonomi yang masih amburadul itu dia berharap terus mendapatkan dana untuk orang miskin dari pemerintah.

“ Kalau saya sih kelihatannya layak ungtuk mendapatkan dana miskin. Namun banyak tetangga saya yang hidupnya seperti saya tidak mendapatkan kartu itu . Tetapi yang mampu justru mendapatkan itu yang membuat saya kasihan pada mereka “, kata Zaedun menutup sua. (Muin)

Rabu, 26 November 2014

Woow !!! Cobek dari Batu Saat ini Masih Laku

Cobek batu dan huleg-huleg atau muntu
Demak – Bagi sebagian orang sambal merupakan bumbu masak yang masih dicari . Terutama untuk menemani ikan asin , ikan goreng, atau yang lainnya sebagai teman makan nasi. Meski saat ini sudah banyak dijual sambal pedas instan , namun sambal buatan sendiri masih mendominasi. Untuk membuat sambal selain bahan juga diperlukan alat yaitu cobek dan muntunya.

Dengan masih populernya sambal itulah maka perlatan cobek masih laku di pasaran. Dulu sebelum ada cobek dari batu orang membuat sambal dari cobek tanah , Sebagian lagi ada juga yang membuat cobek dari bahan kayu. Namun demikian sampai saat ini sobek dari batu masih menjadi andalan. Baik di dapur rumah tangga atau di warung-warung makan besar.

Karena kepopuleran cobek dari batu itulah maka alat dapur ini setiap waktu bisa kita jumpai di pasar-pasar tradisional. Selain itu cobek-cobek dari batu ini juga di jajakan keliling kampung untuk mendekati para pembelinya. Ukuran cobek ini mulai dari yang kecil sedang sampai yang besar.

“ Untuk ya umum ya yang ukuran sedang ini , sedang yang besar lebar ini biasnya untuk meramu bumbu di warung makan atau jasa catering. Ya meski berat cara membawanya yang namanya bekerja ya jadi ringan “, aku Bang Diman (bukan nama sebenarnya) pedagang cobek yang mengaku berasal dari Jawa Timur yang ditemui kabarseputarmuria.com di pasar baru desa Kedungmutih.

Mang Diman mengaku ia datang dengan teman-temannya berombongan nyarter truk besar yang berisi cobek , muntu , dan peralatan dari batu lainnya. Barang perabotan itu ditempatkan di kontrakan di daerah Jepara. Teman-temannya berjumlah 20 orang kemudian menjual secara keliling ke pasar-pasar tradisional diseputaran  Jepara dan Demak.

“ Ya  lumayan mas sehari bisa terjual 15 – 20 cobek dari batu ini. Saya dari bos ngambil untung Rp 5 – 10 ribu setiap satu cobek tergantung besar dan kecilnya. Ada kala ramai ada kalanya sepi paling tidak ya kita sebulan ider disini nanti pindah tempat lagi “, tambah mang Diman.

Ibu Hayaroh asal desa Kedungmutih mengaku masih menggunakan cobek untuk meramu bumbu masak dan juga membuat sambal. Di rumah memang sudah cobek dari kayu tetapi cobek dari batu lebih mantap. Selain itu hasil ulegan bumbunya juga halus. Meski agak mahal harganya namun dipakainhya lama asal tidak jatuh ke lantai. (Muin)

Sop Udang WM “Annur” Teluk Wetan Mak Nyus Tenan

Warung Makan Annur Teluk Wetan

Jepara – Desa Teluk Wetan kecamatan Welahan merupakan salah satu desa yang cukup ramai dalam keseharian. Selain kondisi desanya yang memang besar juga merupakan desa penyangga ekonomi desa sekitarnya. Setiap harinya desa ini dilewati ribuan orang sehingga membuka peluang berbagai usaha.

Salah satunya adalah usaha Warung makan atau kuliner. Di sepanjang jalan desa Teluk wetan berdiri puluhan warung makan. Salah satunya Warung Makan Annur yang terletak di sebelah lapangan desa Teluk wetan. Warung ini kondisinya cukup bersaja. Berlantai semen , beratap genting dan tak berdinding hanya kerai dari bambu saja sebagai ciri khas .

Warung yang disinggahi pelanggan golongan ekonomi menengah ke bawah ini menjual berbagai ragam menu makanan. Namun ada salah satu menu andalan yang disediakan warung ini. Sop udang salah satu menu yang digemari oleh pelanggannya. Selain bumbunya yang pas di lidah juga udangnya terasa sekali.

“ Sebenarnya sih ada beberapa menu lain seperti ikan goreng,ayam goreng, gulai gabus dan masih ada yang lainnya. Tetapi menu favorit yang disukai oleh pelanggan adalah sop udang . Jadi Warung ini dikenal sebagai warung sop udang “, kata ibu pemilik warung makan Annur pada kabarseputarmuria.com

Warung makan Annur ini dibuka sudah sepuluh tahun lebih. Selain melayani pembeli pengendara yang melewati jalan depan warung. Ada pelanggan setia yaitu para pekerja di berbagai sector usaha si desa Teluk Wetan. Ada pekerja di sector pertanian, perdagangan ,konveksi  dan juga kerajinan. Banyak pula pekerja luar desa juga makan siang di warung ini.


Sop Udangnya Mak Nyus 


“ Keramaian warung ini jika makan siang tiba. Warung ini penuh dengan para pekerja yang antri untuk makan siang. Menu favorit mereka memang sop udang. Selain makan disini banyak pula yang dibungkus untuk di makan di tempat kerja mereka “, tambah pemilik warung.

Selain dikenal murah , masakan dari warung Annur ini di kenal enak dan ngangeni. Sehingga banyak pekerja yang menjadi langganan tetap warung ini. Dengan suasana warung yang sederhana mereka bisa makan siang sambil beristirahat dengan teman-temannya. Mereka datang biasanya berombongan dengan teman-teman satu pekerjaan.



“ Ya sering makan di sini mas, hampir setiap hari saya makan disini . Menu yang saya sukai sop udangnya . Namun ketika bosan kita juga bisa ganti menu dengan yang lain. Makan disini mantap bang rasanya enak juga harganya merakyat”, ungkap Noto yang sehari-harinya bekerja sebagai pembuat bata merah.
Nito mengatakan dengan uang Rp 10.000,- dia bisa makan siang dengan kenyang di warung ini. Selain sop udang dan minum ada juga gorengan dan sebatang rokok menemaninya usai makan. Oleh karena itu dia dan teman-temannhya sudah langganan di warung makan Annur ini.

Nah bagi pembaca yang ingin mampir di warung ini bisa mencobanya. Apalagi jika ada kesempatan untuk jalan-jalan atau silaturahmi melewati jalan raya Teluk wetan ini. Lokasinya cukup mudah warung ini terletak di jalan alternative Purwogondo – Welahan . Dari pertigaan  Purwogondo lurus ke Selatan masuk desa Teluk Wetan sampai di lapangan berhenti nah di sisi lapangan itulah warung makan Annur ini berdiri.(Muin)



Minggu, 23 November 2014

Woooow !!!! Indahnya Pemandangan Savana Di Mranggen Demak

Demak - Ini lo savana sekitar Mranggen, tepatnya diperbatasan Kab.Demak & Kota Semarang masuk desa Kebonbatur Mranggen Demak & desa Rowosari Tembalang Kota Semarang. Banyak wisatawan baik dari dalam maupun luar kota yg berkunjung untuk menikmati keindahan Savana disini. Dari Kecamatan Mranggen sekitar 7 km








"BLOGNYA MASYARAKAT PESISIR DEMAK DAN JEPARA "
Bagi pembaca yang ingin berbagi informasi dapat mengirim tulisan apa saja artikel, Berita, Foto dan apa saja yang bermanfaat ke Email : pakardans[at]gmail.com, Dan jika anda mempunyai informasi yang perlu diliput dapat menghubungi Redaksi Phone:
085641629350.-
Bagi anda yang mempunyai usaha apa saja yang ingin dipublikasan via media internet dan menghubungi Redaksi
Bila anda peduli dengan kemajuan blog ini dapat berbagi dengan kami
Donasi bisa dikirimkan via pengelola blog :
Nama : FATKUL MUIN
Bank : BRI UNIT PECANGAAN KULON JEPARA
NO REK : 5895-01-000092-53-8
" Marilah Kita Bersama Berdayakan Masyarakat Pesisir"