Senin, 14 April 2014

Angkat Batik Demakan ke Tingkat Nasional



SONY DSCUpaya mengangkat produksi dalam negeri selalu dilakukan oleh berbagai pihak dengan berbagai macam cara. Di antaranya yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Demak, Ahad (6/4). 

Parade Kirab Budaya dan Seni dalam rangka mengayubagyo Hari Jadi Demak ke-511 tersebut ditampilkan berbagai macam kesenian daerah dan hasil produksi lokalnya.

Salah satunya adalah hasil tenun/batik Demakan dan batik Wedungan (yang dikenakan oleh grup seni lokal). Kain dengan polesan khas daerah pesisir utara ini dikemas apik dan menarik sehingga memunculkan decak kagum, mengangkat gengsi, pestise dan citra Kabupaten Demak. (mac)

Sumber : www.demakpos.com






Angkat Batik Demakan ke Tingkat Nasional



SONY DSCUpaya mengangkat produksi dalam negeri selalu dilakukan oleh berbagai pihak dengan berbagai macam cara. Di antaranya yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Demak, Ahad (6/4). 

Parade Kirab Budaya dan Seni dalam rangka mengayubagyo Hari Jadi Demak ke-511 tersebut ditampilkan berbagai macam kesenian daerah dan hasil produksi lokalnya.

Salah satunya adalah hasil tenun/batik Demakan dan batik Wedungan (yang dikenakan oleh grup seni lokal). Kain dengan polesan khas daerah pesisir utara ini dikemas apik dan menarik sehingga memunculkan decak kagum, mengangkat gengsi, pestise dan citra Kabupaten Demak. (mac)

Sumber : www.demakpos.com






Kampanye Pemilu Bermartabat


SONY DSCPerempuan cantik gemulai ini sangat bersemangat sekali ‘berkampanye’ meneriakkan orasinya untuk menyukseskan Pemilu 9 April 2014 bermartabat. 

Dia bukan caleg parpol dan juga bukan calon DPD. Dia adalah salah satu ‘kontestan’ Parade Kirab Budaya dan Seni Mengayubagyo Hari Jadi Kabupaten Demak ke-511.

Kontestan lain yang cukup menarik perhatian masyarakat adalah penampil (perawati) batik. Lukisan dan corak batiknya sederhana. Namun karena dikemas cukup apik, pamor dan nilai gengsi serta prestisenya membubung ke atas. Hebat, batik demakan ini. (mac)

Abdul Rohman Juru Parkir Pasar Baru Kedungmutih


Abdul Rohman terima uang parkir

Demak – Bekerja adalah suatu kewajiban . Apapun pekerjaaannya asal halal dengan senang hati dijalaninya. Itulah prinsip Abdul Rohman Juru Parkir pasar baru desa Kedungmutih kecamatan Wedung. Setiap hari ia nyanggong untuk menunggu rejeki dari pelanggannya bakul dan pembeli di pasar Kedungmutih.

“ Sudah hampir 5 tahun ini saya kerja sebagai juru parkir di pasar ini. Ada suka pasti ada dukanya. Namun ya buat santai saja mas yang penting kerja dan halal hasilnya “, aku Abdul Rohman ( 30 ) pada Warta Demak , Senin (7/4).

Abdul Rohman mengemukakan, kerja sebagai tukang parkir ia jalani senang hati. Pagi-pagi habis subuh ia berangkat dari rumahnya. Desa Tedunan kecamatan Kedung kabupaten Jepara. Kurang lebih 5 Km setiap hari ia jalani dengan sepeda motornya. Jika kesiangan sedikit ia ditinggalkan oleh pelanggannya.

“ Sukanya ya setiap hari dapat uang dari pedagang dan pembeli di pasar . Dukanya jika mau berangkat hujan lebat ya harus kedinginan “, aku Abdul Rohman.

Lahan parkir di pasar desa Kedungmutih ini didapatkan oleh Abdul Rohman dari mengganti  kontrakan orang lain. Pasalnya ia mengontrak sendiri tidak mempunyai modal. Sehingga ketika pemenang lelang lahan parkir menghubunginya iapun menyanggupinya.

Suasana jalan depan pasar ikan desa Kedungmutih 


Setiap minggu  ia setor kepada pemilik kontrakan lahan parkir . Jumlah yang harus di setor ia kumpulkan setiap hari. Jika telah lewat seminggu iapun menyerahkan kepada bosnya yang mengontrak pada desa. Sisa dari setoran itu merupakan penghasilan untuk menambah penghasilan keluarganya.

“ Ya gimana lagi , untuk mengontrak sendiri saya tidak mempunyai modal . Ya meski harus setor pada bos saya jalani senang hati. Yang penting setiap hari ada sisa untuk keluarga “, papar Abdul Rohman.

Awalnya Abdul Rahman mengaku agak malu menjalankan pekerjaan sebagai tukang parkir. Namun karena terdesak kebutuhan keluarga. Akhirnya pekerjaan sebagai tukang parkir itupun ia jalani . Setelah beberapa hari iapun terbiasa dan tidak malu lagi untuk markir.

“ Alhamdulillah setelah dikurangi setoran dan sarapan  , setiap harinya ya dapat Rp 30 ribu – Rp 40 ribu.  “, tambah Abdul Rohman.
Abdul Rahman mempunyai harapan bisa mengontrak sendiri lahan parkir di pasar baru Desa Kedungmutih . Dengan kontrakan sendiri penghasilannya akan lebih besar karena tidak usah setor pada bos. Namun karena keterbatasan modal iapun melirik pada KSP “ Margi Rahayu” .

“ Mudah-mudahan KSP “ Margi Rahayu”  bisa mencairkan pinjaman pada saya untuk mengontrak lahan parkir di pasar baru Kedungmutih ini “, harap Rohman. (Muin)


Mengenal SMP Plus Latansa Demak


SMP Plus Latansa Jogoloyo Wonosalam Demak, berdiri,2012 di Jalan Tembus Perum Wonosalam Asri Jogoloyo Demak. Sebelumnya PAUD, TK dan SD Plus
“PAUD, TK, SD, dan SMP Plus ini dibiayai murni dari dana keluarga tanpa meminta sumbangan atau bantuan baik dari pemerintah maupun instansi atau dinas terkait dan masyarakat.Mimpi keluarga ingin mewujudkan pendidikan yang berkualitas dengan biaya murah” jelas H Asy’ari, MPd, Ketua Yayasan Latansa Asy’ariyah kepada demakpos, Sabtu (5/4)

Dijelaskan, tiap siswa hanya dikenakan SPP sebesar Rp 75.000 dengan makan siang Rp 5.000 sesuai jumlah hari efektif (kecuali Jumat dan Sabtu tidak ada makan siang) dan orang tua/wali murid tidak dipungut SPI atau uang gedung.

Siswa berlatih perkusi. (Foto: Machmud)

Visi & Program

Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif untuk mengoptimalkan potensi siswa, menumbuhkembangkan penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran agama yang dianut untuk membentuk budi pekerti yang luhur, menciptakan suasana kondusif untuk mengefektifkan kegiatan sekolah, mengembangkan budaya kompetitif siswa 

dalam meningkatkan prestasi, mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan tugas kependidikan, melestarikan dan mengembangkan pribadi yang mencintai olahraga, seni budaya, dan berkarakter bangsa
Program yang diterapkan dalam pendidikan di PUD, TK, SD, SMP Plus, adalah; Qiro’ati, salat berjamaah (dhuha dan zuhur), ekstra kurikuler (ekskul, untuk memberdayakan/menajamkan otak kanan) meliputi; 
kesenian (tari, perkusi dan band), olahraga (tenis meja, bulu tangkis, futsal, basket dan voly), keterampilan (menyulam, pemanfaatan barang bekas, dll), dan pramuka. Berikutnya program bahasa, meliputi bahasa Arab, Jawa dan Inggris, outbound, study tour, pembelajaran di luar sekolah, dan senam pagi. (mac)

Demak Gelar Parade Kirab Budaya dan Seni HUT Demak ke 511




Dalam rangka mengayubagyo Hari Jadi Demak ke-511 Tahun 2014, Ahad (6/4) siang, digelar Parade Kirab Budaya dan Seni. Lebih dari 50 macam kesenian tradisional dan kreatif asal daerah ‘agamis’ mengunjukkan kebolehannya di depan Pasar Bintoro, tempat didirikannya panggung kehormatan. 

Bupati Drs HM Dachirin Said SH, M.Si, dan Wakil-nya Drs H Harwanto, Ketua DPRD HM Muhlasin SE, M.Si, MH, para anggota Muspida dan para kepala dinas/instansi masing-masing bersama istri menyaksikan bersama-sama dengan ribuan masyarakat kota setempat.

Prajurit Patang Puluhan, Kuda Lumping, Barongan lengkap dengan Penthol-Tembemnya, tampil apik memikat secara bergantian dengan grup rebana, jipin pesisiran, marching band, dan drumband kaleng bekas, serta personil-personil wayang orang dengan dandanan modern dan gemerlap.

Di antara regu-regu kesenian, juga ditampilkan berbagai produk batik asli Demak, meliputi Batik Wedungan dan Batik Demakan dengan ciri khasnya masing-masing, Penampilan parade batik khas Demak tersebut menjadikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Selain dikenakan oleh peragawan-peragawati cakep, tampan dan cantik, juga penampilan mereka dibalut dengan asesoris gemerlap yang mengundang selera.

Yang tidak kalah menariknya dengan grup kesenian tradisional, adalah penampilan kocak berbagai badut dengan busana anekdot dan satire sosial yang berkembang sekarang. Ada yang dengan berorasi lucu menggelikan, dan ada yang hanya tampil berupa gerakan dan busana yang memunculkan kelucuan-kelucuan. (mac)

Sumber : www.demakpos.com

Tradisi Udik-Udikan Sambut Datangnya Bayi


Bayi diarak keliling kampung
  
Demak – Di kawasan pantura Jawa Tengah khususnya di daerah kabupaten Demak. Ada tradisi yang masih dilestarikan berkaitan dengan lahirnya seorang bayi. Tradisi ini sudah ada sejak dulu puluhan atau ratusan tahun . Namun beberapa orang masih melestarikannya sampai sekarang.

Tradisi ini berawal dari adanya wanita yang hamil. Keluarganya entah suami atau kakek dan neneknya berharap bayi yang dilahirkan misalnya laki-laki. Jika nanti kelak benar lahir bayi yang diinginkan maka mereka akan melaksanakan nadzar tersebut. Yaitu dengan melakukan udik-udikan.

Udik-udikan adalah adalah melakukan shodaqoh berupa uang recehan yang dilakukan dengan dibuang. Biasanya uang recehan itu dicampur dengan beras kuning dan kembang. Dulu uang yang diberikan recehan Rp 2, 3, 5 . Kini yang dibuang recehan Rp 100 ,500 dan 100.


anak-anak rebutan uang receh


“ Ya gimana lagi  udah tradisi ya kita laksanakan saja. Lha wong keinginan saya sudah terpenuhi cucu laki-laki saya sudah lahir. Dulu ketika masih hamil saya sudah ujar “, kata Mukholifah warga desa Kedungmutih pada demakpos, Rabu (2/4).

Mukholifah melakukan udik-udikan untuk cucunya yang kedua. Diawali dari rumah dengan menggendong cucunya ia keluar rumah. Mendampingi dirinya adalah dukun bayi yang merawat anak dan cucunya. Dukun bayi dengan membawa baki berisi uang dan uborampenya ikut keluar rumah.

Diluar rumah sudah menunggu anak-anak kecil yang siap menunggu udik-udikan. Bayi dalam gendongan kemudian diarak keluar rumah. Berjalan memasuki gang dan jalan kampung. Uang pun disebarkan disepanjang perjalanan. Dengan berebutan anak-anakpun memunguti uang recehan.


Merbot mengadzani si bayi


Sesampainya di depan masjid rombonganpun memasuki halaman. Seterusnya bayi dibawa naik memasuki masjid. Bayi disambut oleh merbot masjid lalu di kumandangkan adzan di telinga kanan dan  iqomat di telinga kirinya. Setelah itu bayi kembali di bawa pulang dan uangpun kembali disebarkan.

Agar acara udik-udikan meriah maka ketika keluar dari rumah . Bayi dan rombongan menuju masjid bersamaan dengan selesainya shalat jamaah di Masjid. Ketika bayi memasuki masjid maka para jamaah menyambutnya dengan suka cita.

“ Ya ini hanya menjalankan tradisi orang –orang dulu. Agar lestari sampai sekrang maka harus kita jalankan meskipun tidak semeriah seperti dulu “, kata Mukholifah. (Muin)

TPS 1 Kedungmutih , Penghitungan Suara Hingga Malam Hari


Suasana penghitungan suara dengan bantuan lampu

Demak - Pemilu tahun 2014 merupakan pemilu dengan kehadiran pemilih paling tinggi sejak era reformasi. Ini terlihat dari antusiasme warga yang datang ke TPS sejak pagi hari. Pagi ,siang , sore sampai malam haripun warga terlihat ramai di TPS.

Saking antusiasnya warga menggunakan hak pilihnya itu penghitungan suara membutuhkan waktu yang cukup panjang. Meski jam 1 siang pemungutan suara dihentikan.  Namun sampai dengan waktu maghrib tiba baru dua kotak suara yang dihitung.

“ Habis gimana jumlah antrian cukup panjang. Selain itu harus membuat berita acara dan juga tanda tangan saksi . Itu cukup memakan waktu . Maghrib kami baru bisa menyelesaikan penghitungan DPR RI dan DPD “, Ujar Musyafiq Ketua KPPS di TPS I desa Kedungmutih kecamatan Wedung  pada , demakpos (10/4).

Syafiq mengatakan, usai shalat Maghrib penghitungan suarapun dilanjutkan. Kotak  yang berisi suara DPRD provinsi kemudian dihitung. Waktu yang dibutuhkan untuk menghitung dan membuat berita acara kurang lebih 1 jam. Usai penghitungan suara DPRD Provinsi dilanjutkan penghitungan suara DPRD kabupaten.

“ Penghitungan suara kami lanjutkan usai shalat Maghrib. Dan sekitar pukul 20.07 acara penghitungan suara selesai. Empat kotak semua telah selesai dihitung tinggal membuat berita acaranya “, ujar Musyafiq .

Secara keseluruhan pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara berjalan lancar. Petugas TPS menjalankan tugasnya masing-masing. Antrian warga yang menggunakan hak pilihnya juga aman, lancar dan tertib. Kedatangan pemilih cukup antusias.

“ Alhamdulillah pelaksanaan kemarin semuanya lancar. Ini kami melaporkan dan merekap hasil di tingkat PPS “, kata Musyafiq yang di temui di balai desa Kedungmutih. (Muin)


Warga Kalicilik Antre Nyoblos Di Panasan

Antusiasme menyukseskan Pemilu tanggal 9 April 2014 ditunjukkan oleh warga Kelurahan Kalicilik Kecamatan Demak. Mereka rela berdiri berpanas-panasan antre di luar tenda tempat pemungutan suara (TPS) 02 setempat, menunggu giliran namanya dipanggil oleh panitia.
Dari pengamatan demakpos, kehadiran calon pemilih di TPS tersebut sudah mulai berdatangan setengah jam sebelum rapat pemungutan suara dibuka secara resmi. 

Sebagian langsung masuk ke dalam tenda yang disediakan di Kampus SMK Pontren Darussalam Demak dan menempati kursi tunggu yang disediakan. Sedangkan sebagian lainnya menunggu di luar sambil membaca dan mencermati Daftar Nama Calon Anggota Legislatif DPR RI dan DPRD Provinsi Jateng Daerah Pemilihan (Dapil)  Jateng I, serta Daftar Nama Caleg DPRD Kabupaten Demak, dan Calon Anggota DPD Jawa Tengah.


Coblos-7Pemilih rela berdiri berpanas-panas menunggu giliran nyoblos sambil mencermati daftar caleg. (Foto: Machmud)

Meski jumlah calon pemilih pagi itu relatif ramai, namun pelaksanaan coblosan berlangsung aman, tertib dan lancar. Tidak terjadi oyok=oyokan saling mendahului. Para calon pemilih datang ke TPS langsung m,enyerahkan lembar undangan pencoblosan kepada panitia. 

Kemudian mereka mengambil tempat sendiri di kursi kosong di bawah tenda dan atau berdiri di luar menunggu giliran namanya.dipanggil panitia. Setelah menyalurkan hak pilihnya, mereka pun dengan tertib meninggalkan TPS dan kembali ke rumah dan atau tempat kerja (bakulan/pedagang) masing-masing di Pasar Bintoro. (mac)


Warga Mengeluh Sejumlah Ruas Jalan Di Demak Rusak Parah


Lalu lintas cukup ramai
Demak - Sejumlah jalan raya di kabupaten Demak usai musim penghujan ini kondisinya rusak parah. Selain berlubang besar jika hujan menimbulkan kubangan air yang cukup menanggu pengguna jalan. Beberapa kendaraan roda dua sering terperosok kedalam kubangan air.

Jalan yang terpantau rusak diantaranya jalan raya Kalitekuk - Ngaluran . Setiap hari jalan ini ramai dilewati oleh berbagai kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Jalan ini juga sebagai jalan alternatif menuju desa-desa pertanian di kabupaten Demak.

Lubang besar menyergap pengguna jalan 


" Beberapa hari yang lalu ada truk pengangkut beras yang miring , sehingga berasnya tumpah ke jalan. Ada juga mobil cery yang gardannya ngasruk gundukan jalan ", tulis Muntoha Ihsan pewarta warga di facebook  Warga Demak.

Muntoha Ihsan mengabarkan kerusakan jalan Nggeneng - Ngaluran ini cukup parah . Lubang jalan yang rusak cukup besar. Bahkan gundukannya tinggingan hampir sama dengan tinggi sepeda motor.


Jalan Bonang - Demak 


Sementara itu kerusakan jalan juga menerpa jalan Demak - Bonang . Seperti yang ditulis oleh anggota Warga Demak Helmy Prakoso. Diharapkan usai Pemilu jalan tersebut segera diperbaiki. Terutama para caleg yang memenangkan pemilu 2014 nanti. (Muin)


"BLOGNYA MASYARAKAT PESISIR DEMAK DAN JEPARA "
Bagi pembaca yang ingin berbagi informasi dapat mengirim tulisan apa saja artikel, Berita, Foto dan apa saja yang bermanfaat ke Email : pakardans[at]gmail.com, Dan jika anda mempunyai informasi yang perlu diliput dapat menghubungi Redaksi Phone:
085641629350.-
Bagi anda yang mempunyai usaha apa saja yang ingin dipublikasan via media internet dan menghubungi Redaksi
Bila anda peduli dengan kemajuan blog ini dapat berbagi dengan kami
Donasi bisa dikirimkan via pengelola blog :
Nama : FATKUL MUIN
Bank : BRI UNIT PECANGAAN KULON JEPARA
NO REK : 5895-01-000092-53-8
" Marilah Kita Bersama Berdayakan Masyarakat Pesisir"