Senin, 22 September 2014

Jalan Raya Menco – Babalan Demak Masih Butuh Perhatian

Jalan Menco - Babalan belum dibetonisasi

Demak – Salah satu ruas jalan raya di pantura Wedung yang kondisi masih memprihatinkan adalah jalan yang menghubungkan dukuh Menco desa Berahan Wetan dengan desa Babalan. Jalan raya sepanjang hampir empat kilometer ini memang sudah ada peningkatan dengan betonisasi . Namun baru beberapa ratus meter saja tepatnya keluar dari dukuh Menco kea rah desa Babalan.

“ Memang sudah ada perbaikan pak , namun  baru seperempatnya saja. Yang ke Utara baru diratakan saja. Namun udah mendingan dilewati kendaraan roda empat tidak kesulitan lagi “, ujar Asnawi sopir carteran asal desa Kedungmutih pada FORMASS, Minggu (21/9)

Asnawi mengatakan jalan raya Menco – Babalan merupakan salah satu jalan alternative dari Jepara menuju ke kota Semarang. Jika melewati jalan ini pemakai jalan bisa mengirit perjalanan puluhan kilometer. Biasanya dari Kota Jepara langsung menuju ke Pecangaan – Gotri – Welahan – Demak – Semarang.

Sebagian sudah terbetonisasi 


“ Tetapi jika melewati jalan pantura ini dari Jepara – Kedungmalang – Menco – Wedung – Jali – Demak-Semarang. Jika menggunakan kendaraan roda empat kecil bisa ngirit waktu setengah sampai – satu jam. Jalannya lancar tidak ada kemacetan perbaikan jalan “, ujar Asnawi .

Namun jika musim hujan tiba jalan ini ada kendala pada bagian jalan yang belum dibetonisasi . Kemungkinan jalan becek oleh air hujan , sehingga jalan alternative ini hanya bisa dilewati jika musim kemarau saja. Jika musim hujan pada bagian yang belum dibetonisasi akan licin dan juga becek jika dilewati.

“ Mudah-mudahan setiap tahunnya ada lanjutan jalan yang dibetonisasi . Sehingga satu  atau dua  tahun ke depan jalan raya Menco – Babalan ini bisa dilewati baik musim kemarau maupun musim penghujan”, harapnya.

Keinginan yang sama juga di lontarkan Madenur  Guru SD Babalan kecamatan Wedung kabupaten Demak . Jika ke kantor Dinas Pendidikan kecamatan dia sering melewati jalan itu. Dengan kondisi jalan yang bagus jarak tempuh menuju ke kantor kecamatan akan lebih pendek. Setiap seminggu sekali ia melewati jalan itu untuk urusan kantor.

“ Teman-teman guru yang nglajo juga sering melewati jalan itu. Jika jalan itu bagus tentunya akan menambah kelancaran transportasi menuju ke sekolah. Selain itu ongkos biaya perawatan kendaraan juga bisa hemat dengan jalan yang bagus “, kata Madenur yang juga nglajo dari daerah Jepara. (Muin)




Haji Aman dan Lancar bersama KBIH " Al-Firdaus" Jepara hubungi di  085 290 375 959



M. Lutfie Noor Kades Mutih Wetan Demak Berharap Dana Desa Terealisasi

M. Lutfie Noor Kades Mutih Wetan 

Demak – M.Lutfie Noor salah satu kepala desa di kecamatan Wedung berharap akan terealisasinya Dana Desa pada Undang-Undang Desa yang tertuju pada peningkatan perekonomian dan pembangunan di desa. Diakui saat ini desa masih butuh banyak dana dalam rangka memberdayakan warganya. Selain pembangunan fisik juga pembangunan ekonomi warganya.

“ Terus terang desa kami cukup potensial dalam usaha pertanian. Untuk memaksimalkan penghasilan warga butuh sarana dan prasarana pendukung. Diantaranya yang mendesak adalah pembenahan saluran irigasi dan juga jalan pertanian “, kata M. Lutfie Noor Kepala Desa Mutih Wetan pada FORMASS, Minggu (21/9)

Lutfie mengatakan, hampir seluruh warganya mengandalkan sector pertanian. Oleh karena itu jika Undang Undang Desa itu terealisasi dengan memberikan dana yang besar untuk desa tentu hal ini akan mempercepat peningkatan ekonomi warganya. Desanya merupakan salah satu lumbung padi di kecamatan Wedung. Setahun minimal bisa panen dua kali , selebihnya untuk tanam palawija seperti sayur-sayuran dan buah dengan waktu pendek seperti semangka dan melon.

“ Dengan suplai dana desa yang cukup besar itu . Saya berharap sector-sektor yang belum tergarap bisa terdanai dari dana tersebut. Memang sudah ada dana ADD, PNPM namun semuanya terserap pada proyek fisik setiap tahunnya “, papar Lutfie

Untuk peningakatan usaha masyarakat saat ini belum ada dana khusus . Padahal selain pertanian warganya mempunyai usaha yang beragam yang perlu dikembangkan. Misalnya ada usaha makanan kecil yang menyerap tenaga kerja cukup banyak. Belum lagi warung-warung kecil yang menjual kebutuhan sehari-hari , semuanya butuh modal untuk pengembangan usaha.

“ Kita berharap tahun 2015 dana desa itu sudah bisa terealisasikan . Sehingga kita benar-benar bisa melanjutkan program-program yang telah direncanakan diantaranya peningkatan ekonomi masyarakat. Sehingga tidak hanya informasi saja tetapi nyata akhirnya “, harap Lutfie yang telah menjabat Kepala Desa lebih empat tahun.

Disisa masa jabatan 6 tahun itu , dia berharap bisa benar-benar memaksimalkan tugasnya sebagai Kepala Desa. Dengan masa jabatan yang tidak begitu panjang itu jika tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya maka akan sia-sia. Padahal dalam rangka meraih jabatan Kepala Desa itu selain biaya yang besar juga perlu dukungan masyarakat.

“ Ya jika ada kesempatan ya kita mau bersaing lagi , namun itu semuanya perlu piker yang masak-masak. Jabatan kepala desa itu masih mahal harganya selain dukungan warga juga butuh dana yang cukup besar seperti halnya pilihan legislative “, kata Lutfie .(Muin)




Haji Aman dan Lancar bersama KBIH " Al-Firdaus" Jepara hubungi di  085 290 375 959



Jumat, 19 September 2014

GENDERANG BRANTAS JUDI DI TABUH LAGI


Demak - Dengan makin maraknya berbagai jenis judi dengan mengelabuhi petugas, dalam Ops PEKAT (Penyakit Masyarakat) dengan sasaran Perjudian, Miras, WTS, Gelandangan dan pengemis serta Premanisme yg di gelar oleh Polres Demak secara serentak di seluruh Jajaran Polsek2 se Polres Demak di garok dan di jebloskan kedalam jeruji besi delapan Tersangka pemain judi baik judi Togel, Hongkong dan dadu klutuk. disamping itu juga mengamanan kan beberapa WTS dan puluhan botol miras.
adapun ke delapan tersangka judi di grebek di desa bulusari sayung lokasi di persawahan dari 5 pemain judi dadu klutuk yg tertangkap dua pelaku yaitu DYD, 40 th, perangkat Desa Bulusari sayung bemak, MR, 28 th, warga ds bulusari Sayung Demak, dan disita uang tunai sebesar Rp.320.000,-, 3 buah mata dadu dan batok tempurung kelapa (ditangani Polsek Sayung), 
Sedangkan Polsek Wonosalam berhasil menangkap 3 tersangka perjudian jenis Hongkong dengan MO menggunakan HP dalam pemasangan No undian, untuk 3 tersangka tersebut adalah SM, 65 tahun warga desa Demung Wonosalam, YN, 34 tahun warga ds. Doreng Wonosalam dan SPN, 38 tahun warga Doreng Wonosalam Demak.
Sedangkan Sat Reskrim Polres Demak menangkap 3 tersangka judi di 3 lokasi masing2 adalah 
(1). ZT, warga Dk, krajan Ds. Blerong Kec, Guntur jenis judi Kuda lari dengtan barang bukti uang sebesar Rp. 755.000,- serta satu buah HP. (2). Mus warga Dk. Senggrong Ds. Kangkung Kec. Mranggen Demak, jenis judi Kuda lari dan di sita BB Uang tunai Rp. 2.307.000,- serta beralatan judi yg lain yaitu Ramalan, rekap dll.

(3). SRJ lokasi jualan di jl. Kiyai Singkil Bintoro Demak dan di sita satu buah HP, uang tunai Rp. 62.000,- dan rekap.
Kami harapkan kepada warga masyarakat Kab, Demak bila diwilayahnya ada perjudian jenis apapun serta ada penjual miras segera hub kami Humas Polres Demak lewat Inbok dijamin kami rahasiakan identitas anda, ini demi terwujudnya Kab, Demak Kota wali yg jauh dari kemaksiatan. (stm).
Sumber :  Humas Polres Demak 

Haji Aman dan Lancar bersama KBIH " Al-Firdaus" Jepara hubungi di  085 290 375 959



Inilah 34 Nama Calon Menteri Usulan Rakyat


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Setelah dibuka kurang lebih selama satu bulan, polling tahap kedua Kabinet Alternatif Usulan Rakyat (KAUR) akhirnya ditutup 17 September 2014 pukul 17.00 WIB.
Juru Bicara Jokowi Center Wisnu Prasetya Utomo menuturkan, jumlah entri polling yang masuk sebanyak 7.985 entri. Jika dibandingkan dengan hasil di polling pertama, hasil ini memang menunjukkan penurunan drastis.
Dirinya mengatakan, terdapat beberapa catatan yang bisa dilihat dari hasil polling tahap kedua:
"Pertama, hasil polling menunjukkan bahwa dukungan yang diperoleh baik oleh nama-nama calon menteri baik yang berasal dari partai politik maupun kalangan profesional relatif sama. Bisa dilihat di beberapa kementerian, nama orang dengan latar belakang partai politik mendapatkan dukungan cukup tinggi," kata Wisnu dalam keterangan pers yang diterima, Kamis (18/9/2014).
Menurutnya, publik lebih melihat pada kapasitas dan integritas orang yang bersangkutan. Kedua, ada beberapa perbedaan hasil antara polling tahap pertama dan tahap kedua.
Sejumlah nama-nama yang mendapatkan dukungan tertinggi di polling tahap pertama mengalami penurunan dukungan di tahap kedua ini.
"Namun selisih suaranya ketat. Hanya beberapa kementerian saja yang pemenangnya mendapat dukungan mutlak. Sebagai catatan, di polling tahap dua ini pilihan sudah dibatasi pada empat nama calon menteri saja. Berbeda dengan polling di tahap satu di mana masyarakat masih bisa mengusulkan nama-nama alternatif selain yang tertera dalam pilihan di formulir polling," jelasnya.
Ketiga, ada dua nama calon menteri dengan jumlah dukungan tertinggi untuk menduduki dua kementerian sekaligus. Dahlan Iskan mendapat dukungan terbanyak untuk menjadi Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri BUMN. Sementara Anies Baswedan juga mendapat dukungan terbanyak untuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Pemuda dan Olahraga.
"Tentu saja tidak mungkin satu nama bisa menduduki dua kementerian. Tapi setidaknya bisa dikatakan bahwa tingkat popularitas tokoh akan berpengaruh terhadap dukungan yang mereka peroleh dari masyarakat," kata Wisnu.
Dirinya mengatakan, beberapa saat yang lalu Presiden Jokowi sudah mengumumkan postur kabinet 2014-2019 di mana 34 kementerian masih akan dipertahankan dengan komposisi 16 menteri berasal dari partai politik dan 18 menteri berasal dari kalangan profesional.
"Komposisi yang kita harapkan bisa mendukung kabinet kerja sebagaimana sering dikatakan oleh Jokowi-JK. Kami percaya, polling semacam ini adalah kabar baik bagi demokrasi di Indonesia. Publik bisa mengawal dan mengkritisi nama-nama yang muncul," katanya.
Menurutnya, Jokowi Center melalui polling ini berusaha sebaik mungkin untuk menjaring nama-nama yang diharapkan bisa membantu pemerintahan selama lima tahun mendatang.
Berikut daftar kabinet alternatif usulan rakyat (KAUR).
1. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan: Jenderal TNI Dr. Moeldoko
2. Menteri Koordinator Perekonomian: Prof. Dr. (HC) Dahlan Iskan
3. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat: D.r Ir. Kuntoro Mangkusubroto,
4. Menteri Dalam Negeri: Dr (HC) Agustin Teras Narang, S.H.
5. Menteri Luar Negeri: Marty Muliana Natalegawa, M. Phil, B.Sc.
6. Menteri Pertahanan: Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu
7. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM): Prof. Dr. Saldi Isra, SH, MPA.
8. Menteri Keuangan: Dr. Ir. Raden Pardede, Ph.D.
9. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM): Dr. Ir. Arif Budimanta, M.Sc.
10. Menteri Perindustrian: Dr. Poempida Hidayatulloh, B.Eng. (Hon), Ph.D., DIC.
11. Menteri Perdagangan: Dr. Mari Elka Pangestu, Ph.D.
12. Menteri Pertanian: Prof. Dr. Bustanul Arifin
13. Menteri Kehutanan: Prof. Dr. Ir. Frans Wanggai
14. Menteri Perhubungan: Prof. Dr. Tech. Ir. Danang Parikesit M.Sc.
15. Menteri Kelautan dan Perikanan: Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S.
16. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Rieke Dyah Pitaloka
17. Menteri Pekerjaan Umum: Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA.
18. Menteri Kesehatan: Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D.
19. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Anies Rasyid Baswedan, Ph.D.
20. Menteri Sosial: Eva Kusuma Sundari
21. Menteri Agama: Drs. H. Lukman Hakim Saifudin
22. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Mira Lesmana
23. Menteri Komunikasi dan Informatika: Ir. Onno W Purbo, M.Eng, Ph.D.
24. Menteri Sekretaris Negara: Maruarar Sirait, SIP.
25. Menteri Riset dan Teknologi: Prof. Yohannes Surya, Ph.D.
26. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM): Dra. Khofifah Indar Parawansa
27. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Puan Maharani
28. Menteri Lingkungan Hidup: Drs. Ir. Dodo Sambodo, MS
29. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Ir. Tri Rismaharini, M.T.
30. Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal: Drs. Andrinof Achir Chaniago, M.Si.
31. Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional: Faisal Basri, S.E., M.A.
32. Menteri Perumahan Rakyat: Mochamad Ridwan Kamil, ST, MUD.
33. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN): Prof. Dr. (HC) Dahlan Iskan
34. Menteri Pemuda dan Olahraga: Anies Rasyid Baswedan, Ph.D.
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Rendy Sadikin


Haji Aman dan Lancar bersama KBIH " Al-Firdaus" Jepara hubungi di  085 290 375 959


Air Bersih Sulit Dicari , Sehari Hanya Dapat Satu Rit

Ahmadi sehari hanya satu rit

Demak -  Bagi Ahmadi (45) warga desa Babalan kecamatan Wedung kabupaten Demak jika musim kemarau tiba ada pekerjaan sambilan musiman. Dengan berbekal sepeda motor dan 4 jrigen plastic  berukuran 35 liter ia menjajakan air bersih ke rumah-rumah warga. Air bersih diambil di daerah Jepara yang letaknya paling dekat 3 kilometer dari rumahnya.

Setiap hari ia bisa pulang balik 5 – 6 kali setiap harinya . Dari warung air desa Kedungmalang kecamatan Kedung kabupaten Jepara ia membeli air satu jrigen Rp 500,-. Sampai desa Babalan yang letaknya tiga kilometer ia mendapatkan upah dari warga Rp 12.000,- - Rp 15.000 tergantung dari jauh dekatnya rumah warga.

Namun seiring dengan kemarau yang panjang ini sumber air di daerah Jepara debitnya makin berkurang. Sehingga beberapa hari belakangan ini ada larangan pembelian air untuk warga yang tinggal di kabupaten Jepara. Namun demikian karena air merupakan kebutuhan pokok iapun setiap harinya harus dapat air untuk kebutuhan rumah tangganya sendiri. Selebihnya diberikan kepada tetangga terdekat .

“ Meski ada larangan saya mencoba untuk mencari air. Alhamdulillah ada saudara yang tinggal di Panggung Jepara meski jauh sedikit asal dapat air bersih ini. Sekarang saya hanya dapat 1 rit sehari itupun harus pagi-pagi ambilnya “, kata Ahmadi.

Ahmadi mengaku baru tahun ini ada larangan penjualan air ke daerah kekurangan air di kecamatan Wedung seperti desa Kedungmutih, Babalan dan Kedungkarang. Tahun lalu tidak ada larangan sehingga setiap hari ia bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjajakan air ke rumah warga . Namun entah karena apa ada larangan air bersih dari Jepara tidak boleh dijual ke daerah Demak.

Untungnya ia kini mempunyai satu orang pelanggan yang bersedia memberikan air kepadanya setiap hari. Meski satu rit saja ia masih bersyukur sehingga kebutuhan air untuk keluarganya bisa terpenuhi. Selain untuk minum air bersih itu juga digunakan untuk ,mandi dan mencuci pakaian. Jika ada air berlebih iapun memberikan air bersih kepada tetangga yang membutuhkan.

“ Ya gimana lagi penghasilan harian jadi berkurang , dulu setiap hari saya bisa mendapatkan penghasilan tambahan Rp 25 ribu – Rp 40 ribu . Tetapi karena tidak ada air yang dijajakan ya kita tidak dapat penghasilan tambahan “, aku Ahmadi. (Muin)

Haji Aman dan Lancar bersama KBIH " Al-Firdaus" Jepara hubungi di  085 290 375 959


Awas !!!!! Jembatan Buko Demak Ambles , Hanya Kendaraan Kecil Yang Lewat

Jembatan Buko yang ambles dengan portal

Demak -   Satu bulan lebih jembatan kecil di desa Buko yang ambles belum ada penanganan yang serius. Badan jembatan hanya diberi besi penyanggah serta badan jembatan di tutup kayu lalu timbun dengan sirtu . Meski bisa dilewati namun tidak semua kendaraan roda empat bisa lewat. Hanya kendaraan kecil saja yang bisa lewat. Untuk angkutan penumpang serta truk bermuatan tidak bisa lewat karena ada portal.

“ Mestinya pemerintah tanggap dan cepat memperbaiki jembatan itu , karena jembatan itu merupakan jembatan vital yang menghubungkan Demak dan Jepara melewati pantai “, ungkap Bambang  Sopir angkutan garam  pada FORMASS. Senin ( 15/9)

Askan mengatakan jembatan desa Buko yang ambles itu setiap hari dilewati truk-truk pengangkut garam dari desa penghasil garam seperti Kedungmutih, Babalan, Kedungkarang, Tedunan , Kendalasem dan Berahan Wetan untuk dibawa keluar kota utamanya yang melewati Semarang. Dengan tertutupnya akses di jembatan tersebut maka angkutan garam harus melewati Trengguli.

“ Selain membutuhkan waktu yang lebih lama karena banyak perbaikan jalan. Juga biaya bahan bakar yang dikeluarkan juga bertambah. Ujung-ujungnya hal ini bisa mengurangi harga jual garam milik petani “, tambah Bambang  yang warga desa Kedungmutih.

Hal yang sama juga dikatakan Busri pedagang garam dari desa Kedungmutih, dengan selesainya betonisasi jalan desa Tedunan dan Mutih Kulon membuat perjalanan menuju kota kecamatan lebih lancar. Oleh karena itu dia berharap penanganan jembatan yang rusak itu segera dilaksanakan. Tidak hanya menutup yang ambles tetapi membongkar jembatan tua seperti layaknya jembatan Buko kali Kumpulan dan jembatan Bungo.

Dengan rusaknya jembatan Buko itu saat ini yang lewat hanya kendaraan kecil saja . Kendaraan angkutan barang tidak bisa melewati jalan ini akibatnya sejumlah kendaraan besar yang lewat jembatan itu muter beberapa puluh kilometer melewati wilayah Jepara jika mau ke Demak atau Semarang. Selain waktu yang lebih panjang tentunya ongkos angkut barang lebih mahal karena ada pertambahan bahan bakar untuk muter.

“ Ya gimanalah jembatan itu harus segera diperbaiki kalau tidak desa –desa di sebelah utara jembatan Buko yang rusak akan terisolasi. Selain itu juga menganggu perekonomian warga “, kata Busri. (Muin)


Haji Aman dan Lancar bersama KBIH " Al-Firdaus" Jepara hubungi di  085 290 375 959


Kamis, 18 September 2014

Mbak Ika Kedungmalang Buka Usaha Londry Rumahan

Rumah mbak Ika

Jepara – Saat ini usaha londry (cuci pakaian) merupakan usaha yang cukup prospektif untuk dikembangkan. Dengan mobilitas suami istri yang cukup tinggi dalam memenuhi kebutuhan hidup tidak ada waktu lagi untuk kegiatan cuci pakain. Pakain kotor menumpuk sehingga menjadi permasalahan tersendiri bagi keluarga.

Nah  peluang bagi usaha pencucian pakaian inilah yang  kemudian dilirik oleh Mbak Ika . Meski tinggal di desa pesisir Kedungmalang kecamatan Kedung kabupaten Jepara ,namun ia optimis jika usaha londrynya ini terus berkembang. Meski baru dari mulut ke mulut namun setiap waktu order selalu naik.

“ Alhamdulillah usaha londry ini kami buka setahun yang lalu . Makin lama order makin banyak karena baru tahap perkenalan pada pelanggan. Mudah-mudahan ke depan usaha ini terus berkembang dalam melayani pelanggan “, tutur mbak Ika pada FORMASS, yang menemui di rumahnya .

Mbak Ika mengemukakan, usaha londry ini diawali dengan ada permintaan saudaranya yang sibuk karena berjualan ikan . Pakaian –pakaian kotor sering dititipkan untuk di cuci di rumahnya jika sudah bersih diambil dan diberikan sekedar uang jajan. Melihat itulah kemudian timbul idenya untuk membuka usaha pencucia pakaian ini.

“ Air bersih di rumah saya cukup banyak selain itu kami juga punya ijin penjualan air bersih pada warga. Nah dengan modal air bersih itu ditambah dengan mesin cuci kami mencoba menawarkan jasa londry ini pada warga desa Kedungmalang, Babalan, dan juga Kedungmutih “, tambah mbak Ika.


Ika sedang bekerja 


Awalnya ia mengaku order belum begitu banyak , namun seiring dengan informasi dari mulut ke mulut mulai ada satu dua warga yang mencucikan pakaian dirumahnya. Ongkos jasa cuci pakaian ini ia hitung perkilo kering sebesar Rp 2.500,- . Jadi ongkosnya tinggal mengalikan berapa jumlah pakaian yang akan dicuci.

“ Ya yang namanya usaha ya kadang banyak ya kadang dikit. Kalau ramai sehari bisa 50 Kg , ya kalau rata-rata 20 – 25 Kg. Kalau musim kemarau seperti ini order naik karena air bersih sulit di cari orang butuh praktisnya saja “, kata mbak Ika.

Namun demikian mbak Ika optimis jika dikelola dengan baik usaha londry pakaian ini dapat mendatangkan penghasilan yang lumayan untuk keluarga. Apalagi jika sudah mempunyai langganan tetap ini bisa dijadikan lahan penghasilan yang utamanya. Yang penting servis yang bagus dan memuaskan pelangan pasti datang lagi.

“ Pelayanan kami dengan ongkos perkilonya  Rp 2.500 itu , pakaian hanya bersih dan rapi saja . Tidak dengan jasa setrika pertimbangan kami warga disini jarang pakai setrika karena jarang orang kantoran . kalau pakai setrikaan ongkosnya juga lebih mahal “ katanya lagi.

Nah bagi pembaca yang tinggal di seputaran desa Kedungmalang , baik itu di Pangggung, Surodadi, Kedungmalang,Kedungmutih, Babalan dan Kedungkarang yang ingin mencucikan pakaiannya bisa di bawa ke tempat Ibu Ika desa di Kedungmalang Jl. Raya Kedungmalang – Semat. Ada papan nama  di depan rumahnya. (Muin)



Haji Aman dan Lancar bersama KBIH " Al-Firdaus" Jepara hubungi di  085 290 375 959



Warung Air Kedungmalang Jepara Tak Kucurkan Air Lagi

Warung air tak beroperasi lagi

Jepara – “ Warung air ”  atau tempat pembelian air bersih di desa Kedungmalang kecamatan Kedung sudah dua bulan ini tak beroperasi. Kondisinya saat ini sepi penjaja air , padahal sebelumnya setiap hari tampak puluhan sepeda , sepeda motor antri membeli air. Air dari warung ini di jajakan ke desa-desa pesisir Wedung kabupaten Demak yang kekurangan air bersih.

“ Ya kalau dihitung sudah ada dua bulanan kami tak dapat pasokan air bersih . Sehingga banyak pelanggan kami yang kecewa sampai di tempat ini. Padahal saat seperti ini warga kidul kali ( Demak:Red) sangat membutuhkan air bersih”, kata HM. Nurudin pengelola Warung air desa Kedungmalang pada FORMASS, Rabu (17/9).

HM, Nurudin mengatakan , berhentinya pasokan air di warung air dikarenakan makin kecilnya debit air dipipa PDAM yang mengalir ke rumah warga . Sehingga ada beberapa warga desa Kedungmalang yang melaporkan hal ini kepada Petinggi . Selanjutnya Petinggi meminta kepada PDAM untuk menghentikan ijin penjualan air bersih ke penjaja air.

“ Selain warung ini ada beberapa warga yang mempunyai ijin penjualan air juga dihentikan sementara ada , ada bu Siti , pak Surdi dan Pak Ruslan. Jika mereka masih menjual air akan terkena sangsi penyegelan “, tambah HM Nurudin.
Sebenarnya pasokan air di pipa-pipa warga tidak berhenti total. Memang pagi hari aliran seret . Namun jika malam hari aliran kembali normal lagi . Oleh karena itu jika warga mempunyai tendon air seperti bak , atau yang lainnya. Diisi malam hari pagi harinya akan terkumpul air yang cukup banyak. Untuk kebutuhan mandi , cuci masak bisa berlebih.

“ Melihat hal ini saya cukup kasihan dengan warga Demak yang kekurangan air bersih . Tolonglah kepada PDAM untuk membuka kembali kran –kran di Warung air ini. Jika malam menjelang kami akan isi bak-bak air ini sepenuhnya . Pagi harinya biar diambil oleh penjaja air sampai habis dan malamnya kita isi lagi “, harap HM . Nurudin.

Solusi lainnya adalah dengan mengisi bak-bak warung air ini dari mobil tangki PDAM Jepara. Dulu sebelum diambilkan air dari aliran pipa PDAM warung air ini pada awalnya secara rutin diisi dari mobil tangki PDAM Jepara. Namun setelah terpasang pipa dan lancar airnya , mobil tangki sudah tidak mengisi air di warung air.

“ Ya gimanalah caranya agar warung air ini terisi air , sehingga warga Demak yang kekurangan air bersih masih bisa mengambil air untuk kebutuhan harian mereka. Kasihan disini kelebihan air mosok tetangga butuh tidak kita kasih “, kata HM Nuruddin (Muin).



Malam Hari Air Masih Mengalir, Kasihan Warga Demak

Ruslan menunjukkan bak air di rumahnya

Jepara – Ruslan (46) warga desa Kedungmalang kecamatan Kedung sebulan ini tidak lagi bisa lagi melayani pelaggannya yang membeli air dari bak penampungannya. Sejak seretnya air di pipa warga desa Kedungmalang kampung kongsi ijinnya sebagai mpenjual air dicabut sementara oleh PDAM Jepara. Meski saat ini bak penampungan air di rumahnya penuh air dia tidak berani menjual lagi ke pelanggannya warga Demak.

“ Habis bagaimana mas saya sudah terlanjur untuk menanda tangani pernyataan untuk tidak menjual air. Jika saya melanggar aturan itu bisa-bisa saya kena sangsi blokir jaringan yang dendanya cukup besar “, aku Ruslan pada FORMASS, (17/9).

Ruslan mengatakan pemberlakuan keputusan itu baru pertama kali tahun 2014. Sebelum itu tidak ada pencabutan ijin penjualan air bersih kepada warga lain desa. Yang sudah-sudah jika musim kemarau tiba dia bisa menjual bebas air bersih tanpa ada larangan . Jika pasokan habis ya berhenti dengan sendirinya.

“ Namun tahun ini saya heran dengan petinggi kenapa , karena laporan segelintir orang , menyebabkan orang banyak terkena imbasnya. Jika karena alasan suplai air habis jelas tak terbukti. Jika malam tiba aliran air cukup deras . Buktinya ini air dalam bak ini saya isi tadi malam”, kata Ruslan.

Memang pada pagi, siang atau sore hari aliran tidak begitu besar, namun ketika malam hari tiba aliran kembali normal. Oleh karena itu kebijakan mencabut sementara ijin penjualan air termasuk merugikan dirinya. Selain dirinya masih ada beberapa orang yang bernasib seperti dirinya. Padahal ijin pemakaian airnya termasuk niaga yang harganya lebih mahal dibandingkan pemakaian biasa.

“ Ya kami sih ingin agar blokir itu dibuka kembali sehingga kami bisa melayani warga Demak yang butuh air bersih untuk minum dan memasak . Ya kami akan menjual seadanya ketika air habis ya selesai malam diisi lagi “, papar Ruslan yang punya usaha londry pakaian di rumahnya.

Ruslan mengaku sedih kasihan terhadap warga Demak yang ke sana sini cari air bersih. Padahal bak di rumahnya penuh dengan air bersih. Jika air ini diberikan kepada warga Demak ia takut ada mata-mata yang kemudian melaporkan ke fihak desa atau PDAM . Bisa-bisa ia terkena sangsi pemblokiran yang berujung pada pembayaran denda yang besar.

“ Habis gimana lagi kita mentaati aturan Petinggi meski dirasa kurang berperikemanusiaan namun harus kita laksanakan. Mudah-mudahan mereka bisa antri air dari desa Panggung atau Surodadi “, kata Ruslan . (Muin)




Haji Aman dan Lancar bersama KBIH " Al-Firdaus" Jepara hubungi di  085 290 375 959


"BLOGNYA MASYARAKAT PESISIR DEMAK DAN JEPARA "
Bagi pembaca yang ingin berbagi informasi dapat mengirim tulisan apa saja artikel, Berita, Foto dan apa saja yang bermanfaat ke Email : pakardans[at]gmail.com, Dan jika anda mempunyai informasi yang perlu diliput dapat menghubungi Redaksi Phone:
085641629350.-
Bagi anda yang mempunyai usaha apa saja yang ingin dipublikasan via media internet dan menghubungi Redaksi
Bila anda peduli dengan kemajuan blog ini dapat berbagi dengan kami
Donasi bisa dikirimkan via pengelola blog :
Nama : FATKUL MUIN
Bank : BRI UNIT PECANGAAN KULON JEPARA
NO REK : 5895-01-000092-53-8
" Marilah Kita Bersama Berdayakan Masyarakat Pesisir"